Meulaboh – UTU | Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) menerima audiensi Tim Agriconnect di ruang kerjanya, Meulaboh, guna membahas capaian tim sebagai satu-satunya perwakilan kampus yang lolos dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026, sekaligus mengawal kesiapan mereka berlaga di lima agenda nasional dan internasional.
Audiensi tersebut dimanfaatkan oleh Ketua Tim Agriconnect, Cut Fitri Warrahmah, untuk memaparkan perkembangan usaha, target ekspansi, serta rekam jejak kompetisi yang sedang dan telah dilalui.
Agriconnect saat ini tengah berjuang dalam lima agenda utama. Selain mengamankan pendanaan P2MW 2026, tim ini telah mengantongi gelar Juara II pada International Community Service (ICS). Tiga agenda lainnya yang sedang berjalan mencakup International Essay Competition pada International Student Summit (ISS) 2026, National Business Plan Competition Piala Himasekta 2026, serta ajang tahunan UTU Awards ke-12.

Sebagai wujud terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat, Agriconnect mengumumkan rencana meluncurkan aplikasi digital bernama “Yuk Makan”. Platform yang disiapkan untuk platform Google Play Store ini dirancang khusus membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner lokal dalam memperluas jangkauan promosi, meningkatkan volume penjualan, serta mendekatkan hubungan antara penjual dan konsumen.
Gagasan Agriconnect tumbuh dari tradisi berpikir kritis para anggotanya yang aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa Riset dan Penalaran Ilmiah (UKM Ri-Pena) UTU. Kebiasaan mengidentifikasi masalah sosial-ekonomi di lingkungan sekitar kemudian ditarik menjadi solusi bisnis berbasis kebutuhan warga.
Pengembangan model bisnis dan kesiapan kompetisi Agriconnect dimatangkan melalui fasilitasi inkubasi Pusat Riset Hilirisasi dan Entrepreneurship Development Center (HDEC) UTU. Dalam pertemuan ini, tim didampingi oleh Ketua Pusat Riset HDEC UTU, Muhammad Reza Aulia, S.Pt., M.Si., Sekretaris HDEC UTU, Utari Azrani, S.P., M.P., serta jajaran pembina UKM Ri-Pena.
Rektor UTU menyambut apresiatif raihan Agriconnect. Keberhasilan menembus P2MW 2026 dan pentas internasional dinilai memvalidasi kualitas inovasi mahasiswa UTU dalam mengubah gagasan ilmiah menjadi usaha yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan solusi praktis bagi sektor Usaha Kecil Menengah di daerah. [Humas UTU]
Laporan: Reza | Editor: Yuhdi | Foto: Istimewa.




