Songsong PKP2, Mahasiswa UTU Digembleng Strategi Sales Science Dongkrak Omzet Bisnis

Meulaboh – UTU | Tim mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) penerima hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dibekali strategi dan taktik untuk mendongkrak omzet sekaligus mengamankan tiket penilaian nasional. Hal tersebut diperoleh usai mereka mengikuti workshop dan pendampingan intensif di Ruang Rapat Senat, Kampus UTU, Selasa (28/7/2026).

Pelatihan yang dikelola oleh Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) ini disiapkan khusus sebagai ajang pemantapan teknis menjelang Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program (PKP2) dari Kemdiktisaintek pada akhir Agustus mendatang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UTU, H. Ibrahim Laweung HS, S.K.M., M.NSc., saat membuka acara menegaskan bahwa pihak rektorat siap memberikan pengawalan teknis maupun moril hingga tahap evaluasi nasional selesai.

“Keterbatasan fasilitas atau modal awal bukan alasan untuk berhenti. Semangat juang yang ditunjukkan mahasiswa di ruangan ini menjadi modal utama. Kami mengawal penuh kelancaran tiap tahapan agar target kelulusan PKP2 tercapai,” tegas Ibrahim di hadapan para peserta.

Kepala Reviewer Nasional P2MW, Dr. Wisnu Sakti Dewobroto, S.T., M.Sc., yang hadir langsung menggembleng para peserta dari pagi hingga sore. Di hadapan puluhan mahasiswa, Wisnu membedah formulasi sales science—seni dan ilmu menjual—yang sering menjadi titik lemah wirausaha pemula.

“Banyak mahasiswa jago membuat produk, tetapi gagap saat harus menjualnya. Dalam wirausaha, eksekusi penjualan adalah urat nadi,” ujar Wisnu di sela-sela pemaparan materi.

Wisnu membagikan dua teknik utama yang bisa langsung diterapkan peserta pada usaha mereka, yakni lead magnet dan trip wire. Ia merinci bagaimana penawaran pancingan (lead magnet) yang tepat dapat menggaet calon pembeli awal, sebelum akhirnya dikunci dengan penawaran bernilai tambah (trip wire) untuk mengubah mereka menjadi pelanggan setia.

Sesi berlanjut ke tahap coaching individual. Suasana ruang pertemuan berubah menjadi ajang diskusi interaktif ketika Wisnu mendatangi meja tiap tim satu per satu. Ia membedah laporan keuangan, menguji validasi pasar produk mahasiswa, hingga memberikan solusi atas kendala operasional lapangan yang kerap menghambat progres bisnis peserta.

Melalui pembekalan taktis ini, tim mahasiswa P2MW UTU targetnya tidak hanya siap menghadapi cecaran pertanyaan tim penilai PKP2 pada akhir Agustus nanti, tetapi juga mampu mengoperasikan bisnis yang sehat, menguntungkan, dan berkelanjutan di tengah masyarakat. [Humas UTU]

Laporan: Muktaridha | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply