Malaysia – UTU | Rombongan akademisi dari lima perguruan tinggi Indonesia memulai program International Community Service (ICS) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Kampung Aceh Management Centre, Kampung Aceh, Yan, Kedah, Malaysia, sejak Minggu (2/8/2026). Program pengabdian masyarakat lintas negara yang berlangsung hingga 9 Agustus 2026 tersebut dirancang untuk menghadirkan dampak sosial yang dirasakan langsung oleh komunitas perantau, sekaligus merespons kebutuhan warga setempat melalui kerja sama pendidikan dan pemberdayaan.
Kolaborasi ini melibatkan mahasiswa dan dosen gabungan dari Universitas Teuku Umar (UTU), Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Riau (Unri), dan Universitas Halu Oleo (UHO). Kehadiran para akademisi di tengah-tengah warga pemukiman perantau tersebut menjadi instrumen pertukaran pengetahuan serta pendampingan kemasyarakatan.
Ketua Panitia Pelaksana dari Universitas Teuku Umar, Dr. Afrizal Tjoetra, M.Si., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan difokuskan pada program kerja berbasis pemecahan masalah lokal dan perluasan jangkauan sosial antarnegara.
“Kegiatan ini bukan sekadar program pengabdian, tetapi juga sarana untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat Aceh di perantauan dengan kalangan akademisi dari tanah air. Kami berharap kolaborasi lima universitas ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat,” kata Dr. Afrizal Tjoetra di lokasi kegiatan.
Penerimaan hangat ditunjukkan warga pemukiman sejak awal kedatangan rombongan. Warga lintas generasi menyambut para peserta di area pusat kegiatan Kampung Aceh Management Centre, membuka ruang dialog serta interaksi harian bersama para mahasiswa. Interaksi tersebut memfasilitasi proses transfer ilmu pengetahuan, pendampingan anak-anak, hingga pertukaran pengalaman hidup di perantauan.
Ketua Ikatan Masyarakat Aceh Malaysia (IMAM) sekaligus pengurus Kampung Aceh Management Centre, Djasni, mengapresiasi kehadiran para mahasiswa dan dosen yang dinilainya memberikan energi positif bagi pemukiman diaspora di Kedah.
“Kami sangat bersyukur dan berbahagia atas kedatangan adik-adik mahasiswa serta para dosen dari Indonesia. Kehadiran mereka mengobati rasa rindu kami terhadap kampung halaman. Semoga kegiatan ini mempererat tali persaudaraan kita yang tidak pernah putus meski terpisah jarak,” ujar Djasni.
Dari dimensi pembentukan karakter dan kapabilitas akademik, keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian internasional ini menjadi sarana mengasah kepekaan sosial terhadap tantangan masyarakat global. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar, Basri, S.H., M.H., menilai pengalaman lapangan di tengah komunitas diaspora memberikan wawasan aplikatif bagi peserta.
“Para mahasiswa belajar beradaptasi dengan dinamika sosial masyarakat diaspora. Pengalaman langsung di lapangan ini membentuk sudut pandang baru bagi mereka dalam merespons persoalan riil di tengah masyarakat, sekaligus membawa dampak positif bagi warga Yan,” tutur Basri.
Pelaksanaan KKN Internasional di Malaysia ini juga menjadi instrumen pencapaian sasaran strategis institusi dalam mengimplementasikan hasil pembelajaran kampus ke ruang publik yang lebih luas. Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., menekankan pentingnya eksekusi program pengabdian yang terukur dan berdaya guna bagi masyarakat luas.
“Kehadiran mahasiswa di Kedah adalah bagian dari langkah besar mewujudkan agenda UTU Berdampak dan UTU Gemilang. Kami ingin setiap aktivitas akademik yang dirancang kampus tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar memberi manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bahkan hingga ke mancanegara,” tegas Prof. Nyak Amir.
Rangkaian agenda pengabdian di Kampung Aceh, Yan, Kedah, terus berjalan sepanjang sepekan dengan fokus pada aktivitas sosial interaktif, edukasi anak-anak diaspora, serta penguatan simpul komunikasi antara diaspora dan lembaga pendidikan tinggi tanah air. [Humas UTU]
Laporan: Afrizal T. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.




