Cetak Lulusan Siap Kerja Global, BKI UTU Rombak Kurikulum Berbasis OBE Bersama Industri

Banda Aceh – UTU | Lulusan perguruan tinggi kini dituntut tidak hanya menguasai teori akademis, tetapi juga langsung terserap dan menjawab kebutuhan spesifik lapangan kerja global. Merespons tantangan tersebut, Jurusan Bahasa dan Kebudayaan Inggris (BKI) Universitas Teuku Umar merombak total struktur pembelajarannya melalui Workshop Peninjauan dan Rekonstruksi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang melibatkan lima instansi dan lembaga strategis di Aula Hotel Grand Permata Hati, Banda Aceh, Kamis (23/7/2026).

Forum bertema “From Local to Global: Akselerasi Daya Saing Global melalui Penyusunan CPL dan CPMK Berstandar Internasional” ini merupakan wujud eksekusi program pendanaan hibah Liga Prodi Tahun 2026. Sejak pagi, ruang acara diisi diskusi intensif antara civitas akademika dan perwakilan dari Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Syiah Kuala, Kantor Imigrasi Banda Aceh, Kangguru International Education Service (KIES), TVRI Aceh, serta DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Banda Aceh.

Kehadiran lintas sektor ini membawa peta kebutuhan nyata dari panggung diplomasi, pelayanan publik, industri penyiaran, pendidikan internasional, hingga industri pelancongan. Para pemangku kepentingan diberikan sesi khusus untuk membedah langsung profil alumni yang dibutuhkan pasar kerja saat ini.

Ketua Jurusan Bahasa dan Kebudayaan Inggris UTU, Dr. Cut Irna Liyana, M.A., menyampaikan bahwa penyusunan arah baru kurikulum sengaja membongkar sekat-sekat akademis agar acuan pembelajaran tidak terpaku pada pandangan internal kampus semata.

“Masukan langsung dari para pengguna lulusan memberi gambaran jernih mengenai kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa Inggris teknis, kompetensi digital, etika profesional, daya adaptasi, hingga kecakapan lintas budaya yang wajib dikuasai mahasiswa sebelum menuntaskan studi,” ujar Cut Irna di sela-sela kegiatan.

Sesi evaluasi praktisi tersebut menjadi fondasi sebelum memasuki pemaparan materi teknis penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) berbasis OBE oleh Dr. Adi Sutrisno, M.A., Ketua English Studies Association in Indonesia (ESAI) sekaligus pakar akademisi dari Universitas Gadjah Mada.

Memasuki sesi siang, suasana workshop diwarnai diskusi teknis antar-dosen. Para peserta memetakan ulang kurikulum yang sedang berjalan, menyusun CPL, merumuskan CPMK, serta menguji keterhubungan tiap mata kuliah dengan profil lulusan melalui presentasi dan tinjauan silang. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap jam tatap muka di kelas memiliki kontribusi yang terukur terhadap kompetensi mahasiswa.

Rangkaian agenda yang berlangsung empat hari sejak 22 hingga 25 Juli 2026 ini berlanjut pada Jumat (24/7/2026) dengan fokus penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis OBE. Dipandu oleh pakar kurikulum Universitas Syiah Kuala, Dewi Andayani, S.Pd., M.Pd., para pengajar membredel prinsip dasar OBE, menjabarkan CPL ke dalam Sub-CPMK, merancang metode asesmen, hingga melakukan simulasi dan pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran lengkap.

Perombakan mendasar ini menargetkan lahirnya rancangan CPL dan CPMK berstandar internasional yang menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama. Kolaborasi rapat antara akademisi dan praktisi industri tersebut mentransformasi dokumen kurikulum dari sekadar syarat administratif menjadi peta jalan konkret yang mengarahkan daya saing alumni di tingkat nasional maupun internasional. [Humas UTU]

Laporan: Endah | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply