UTU Jalin Kerja Sama dengan Pemko Subulussalam dan Pemkab Aceh Singkil, Dorong Hilirisasi Riset untuk Pembangunan Daerah

Subulussalam & Singkil – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemerintah Kota Subulussalam dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam rangkaian roadshow penguatan kerja sama perguruan tinggi dengan pemerintah daerah di kawasan Barat Selatan Aceh (Barsela), Kamis (30/7/2026). Kesepakatan tersebut menjadi dasar pelaksanaan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan di masing-masing daerah.

Penandatanganan kerja sama diawali di Kota Subulussalam. Pemerintah Kota Subulussalam diwakili Sekretaris Daerah Asrul Assani, S.E., M.Si., yang hadir mewakili Wali Kota Subulussalam. Dalam sambutannya, Asrul Assani menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut dan berharap nota kesepahaman dapat segera diwujudkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, Subulussalam yang dikenal sebagai “Kota Sada Kata” memiliki potensi sumber daya alam yang besar sehingga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten. Karena itu, ia berharap Universitas Teuku Umar dapat membuka Program Studi Pertambangan untuk menyiapkan tenaga profesional yang mampu mengelola potensi pertambangan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama ini segera ditindaklanjuti melalui program-program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga berharap Universitas Teuku Umar dapat membuka Program Studi Pertambangan sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung pengelolaan potensi pertambangan secara profesional dan berkelanjutan,” ujar Asrul Assani.

Usai kegiatan di Subulussalam, Rektor UTU bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Aceh Singkil yang berjarak sekitar 76 kilometer. Setibanya di Pendopo Aceh Singkil, rombongan disambut Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, S.H., didampingi jajaran Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).

Dalam sambutannya, Bupati Safriadi Oyon mengatakan penandatanganan MoU tersebut tidak sekadar menjadi dokumen administrasi, tetapi menjadi pijakan untuk menghadirkan kolaborasi yang menghasilkan manfaat bagi pembangunan daerah. Menurutnya, perguruan tinggi merupakan tempat lahirnya ilmu pengetahuan, sedangkan pemerintah menjadi ruang pengabdian bagi kesejahteraan masyarakat.

Mengutip pemikiran ulama besar Aceh, Syekh Abdurrauf As-Singkili, Bupati mengajak seluruh pihak menjadikan ilmu pengetahuan sebagai dasar dalam membangun peradaban dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi adalah tempat lahirnya ilmu pengetahuan yang terus mengalir, sedangkan pemerintah merupakan ruang pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kerja sama ini harus melahirkan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat,” kata Safriadi Oyon.

Rektor UTU Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., mengatakan Aceh Singkil memiliki posisi strategis di kawasan Barat Selatan Aceh. Selain menjadi pintu gerbang menuju Kepulauan Banyak yang dikenal hingga mancanegara, daerah tersebut juga memiliki sumber daya alam yang beragam dan berpotensi menjadi penggerak pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Ia menjelaskan sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu kekuatan utama Aceh Singkil melalui garis pantai yang panjang, wilayah pesisir yang luas, serta potensi perikanan tangkap dan budidaya. Potensi tersebut, menurutnya, dapat dikembangkan melalui penerapan teknologi, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, dan hilirisasi hasil perikanan sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Di sektor perkebunan, Aceh Singkil juga memiliki komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kelapa, karet, dan berbagai hasil pertanian lain yang memiliki prospek untuk dikembangkan melalui pendekatan agroindustri berbasis riset dan teknologi. Pengembangan sektor tersebut membutuhkan dukungan peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, dan tata kelola yang baik agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.

Prof. Nyak Amir juga menyoroti potensi Kepulauan Banyak yang memiliki keindahan pantai, terumbu karang, ekosistem mangrove, serta keanekaragaman hayati laut. Kawasan tersebut dinilai memiliki nilai strategis bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan, ekonomi biru, konservasi lingkungan, sekaligus menjadi laboratorium alam untuk kegiatan pendidikan dan penelitian.

“Universitas Teuku Umar memandang seluruh potensi tersebut sebagai kekuatan besar yang perlu dikelola secara ilmiah, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, UTU siap mendukung Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui pendidikan, penelitian, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia sehingga hasil riset dapat memberikan dampak bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Prof. Nyak Amir.

Melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Subulussalam dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, Universitas Teuku Umar membuka ruang kolaborasi yang lebih luas agar hasil pendidikan, penelitian, dan inovasi kampus dapat diterapkan dalam penyelesaian berbagai kebutuhan pembangunan daerah di kawasan Barat Selatan Aceh. [Humas UTU]

Laporan: Ahmad F. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply