Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar prosesi lepas sambut rektor dari pejabat lama, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., kepada rektor baru periode 2026-2030, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh haru ini diselenggarakan di Auditorium Teuku Umar, Kampus UTU, Meulaboh, pada Selasa (7/7/2026).
Acara ini digelar menyusul pelantikan resmi Prof. Nyak Amir sebagai Rektor UTU oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, di Jakarta pada 30 Juni 2026 lalu. Prosesi lepas sambut ini turut diwarnai dengan adat peusijuk (tepung tawar) bagi rektor baru yang dipimpin oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, serta ditutup dengan bersalam-salaman yang menyelimuti seluruh sivitas akademika dengan suasana haru.
Capaian Prof. Ishak Hasan
Dalam sambutannya, Rektor UTU periode 2022-2026, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., mengenang kembali perjalanan panjangnya selama memimpin UTU yang penuh tantangan. Ia menyebutkan bahwa kampus ini telah melewati berbagai fase krusial, mulai dari transisi status perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi perguruan tinggi negeri (PTN), pemulihan pasca-bencana tsunami, masa pandemi Covid-19, hingga efisiensi ekonomi nasional yang masih berlangsung.
Selama empat tahun terakhir, UTU mencatatkan penambahan jumlah program studi (prodi) secara signifikan dari yang semula 20 prodi menjadi 33 prodi di berbagai fakultas, termasuk 5 prodi pascasarjana dan 1 prodi profesi keinsinyuran. Selain itu, UTU berhasil menduduki peringkat ke-21 nasional dan 113 dunia pada sertifikasi kampus hijau UI GreenMetric, serta meraih penghargaan Anugerah Diktisaintek sebagai PTN Satuan Kerja (Satker) nomor satu di Indonesia untuk bidang kerja sama. Di bidang sosial, UTU juga dipercaya oleh 25 PTN dan perusahaan nasional untuk menyalurkan donasi penanganan bencana hidrometeorologi Sumatera pada akhir tahun 2025.
Prof. Ishak Hasan menitipkan sejumlah program strategis yang saat ini tengah berjalan untuk dilanjutkan oleh kepemimpinan yang baru. Program tersebut meliputi pendirian Fakultas Kedokteran, pembukaan prodi baru seperti Hubungan Internasional, Ilmu Politik Agro Maritim, Perminyakan, dan Pertambangan yang bekerja sama dengan universitas luar negeri, serta proyek pembangunan Laboratorium Agro dan Marine senilai Rp 100 miliar bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang dijadwalkan mulai konstruksi pada awal September 2026. Usulan dana pembangunan fisik berskala besar melalui dana Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) saat ini juga sudah masuk dalam tahap pembahasan di Bappenas untuk pengisian Blue Book.
“Dalam berjalan bersama, saya bersama istri merasakan banyak kehangatan, banyak cerita suka, bahkan juga sering berhadapan dengan banyak tantangan dan kesulitan. Perubahan paradigma perguruan tinggi secara nasional maupun global dari Learning University, Riset University, menjadi Entrepreneurial University tentu mengharuskan kita semua bergerak, beradaptasi, dan berinovasi. Saya berharap di bawah kepemimpinan Prof. Nyak Amir selaku Rektor masa bakti 2026-2030 tentu dapat menjadi energi baru dan lebih mampu meningkatkan lagi capaian UTU baik di level nasional, regional, maupun internasional,” ujar Prof. Ishak Hasan.
Keberlanjutan Pembangunan Menuju UTU Gemilang
Sementara itu, Rektor UTU Periode 2026-2030, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dan membawa UTU menuju era baru yang dicanangkan sebagai “UTU Gemilang”. Ia mengapresiasi fondasi kokoh yang telah diletakkan oleh para rektor terdahulu, mulai dari Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, S.E., M.B.A., hingga Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., yang telah membawa akreditasi institusi UTU meraih predikat “Baik Sekali”.
Untuk mempercepat transformasi universitas, Prof. Nyak Amir memaparkan sembilan program prioritas strategis yang akan dijalankan secara terukur. Sembilan program tersebut meliputi transformasi akademik yang kuat, transformasi institusi yang adaptif, serta transformasi infrastruktur berwawasan smart and green campus, yang mencakup kelanjutan pembangunan fisik Gedung Kuliah Terpadu (GKT), laboratorium, drainase, hingga persiapan gedung Fakultas Kedokteran dan Teaching Hospital.

Selanjutnya, program kerja juga difokuskan pada penguatan riset, inovasi hilirisasi, dan publikasi berdampak; penguatan daya saing mahasiswa dan alumni; pengembangan kewirausahaan bernilai tambah; kemandirian sumber pendanaan menuju era Badan Hukum Umum (BLU); internasionalisasi kampus; serta tata kelola berbasis digital melalui sistem informasi terpadu SIRATU+. Target makro yang dibidik adalah pencapaian akreditasi “Unggul” untuk 60 persen prodi serta akreditasi institusi (APT) dalam beberapa tahun ke depan.
“Pergantian pimpinan adalah sunnatullah dalam kehidupan berorganisasi. Kami mengajak seluruh elemen sivitas akademika untuk meninggalkan segala perbedaan pilihan, menyatukan kembali langkah, dan bergotong-royong mewujudkan cita-cita bersama. Tugas kami ke depan adalah mempercepat laju transformasi UTU menuju UTU GEMILANG. Kami percaya, dengan fondasi yang sudah ada kita mampu menaikkan kelas UTU menjadi rujukan regional dan nasional di bidang agro and marine,” tegas Prof. Nyak Amir.

Acara lepas sambut ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan mitra strategis UTU, di antaranya mantan Menpan RB Dr. Azwar Abubakar beserta istri, Kabinda Aceh Brigjen Andri beserta istri, Kepala BKPSDM Aceh yang mewakili Gubernur Aceh, Pj Bupati Nagan Raya, Sekda Aceh Barat yang mewakili Bupati Aceh Barat, Wakil Bupati Aceh Barat Daya, perwakilan Bupati Aceh Jaya, serta Ketua DPRK, MPD, MAA, dan MPU Aceh Barat.
Turut hadir jajaran pimpinan perguruan tinggi seperti Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Mujiburrahman, Rektor IAIN Lhokseumawe, Rektor UBBG, Rektor Universitas Almuslim Bireuen, Rektor Universitas Cipta Mandiri, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Prof. Samsuar, Ketua STAI Darul Hikmah, dan Direktur AKN Aceh Barat. Unsur Forkopimda yang hadir di antaranya Kajari Aceh Barat, Wakapolres Aceh Barat, pimpinan instansi seperti BSN Meulaboh, Manajer PLN UP Meulaboh, serta perwakilan dunia usaha dari PT Mifa Bersaudara dan PT ASN. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Zul Eman.




