Mahasiswa HMTI-UTU Edukasi Warga Gampong Canggai tentang Pentingnya Pengawasan Anak

Meulaboh – UTU | Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Teuku Umar (HMTI-UTU) menyelenggarakan kegiatan bakti sosial yang dipadukan dengan edukasi mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak di Gampong Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan pengabdian masyarakat ini menyasar warga setempat dengan menghadirkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Gampong Canggai, Pelda T. Mansur, sebagai pemateri utama.

Edukasi tersebut dilaksanakan untuk membangun kesadaran warga mengenai pentingnya perlindungan anak. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memaksimalkan peran keluarga, aparat desa, serta lingkungan sekitar dalam menjaga tumbuh kembang anak-anak di wilayah tersebut.

Dalam sesi penyampaian materi, Pelda T. Mansur menyatakan bahwa menjaga dan mengawasi anak-anak bukan hanya tugas orang tua, melainkan kewajiban kolektif di lingkungan tempat tinggal.

“Pengawasan terhadap anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Berbagai upaya selama ini telah dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak di lingkungan kita,” ujar Mansur.

Mansur juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang menginisiasi program ini. Menurutnya, forum tatap muka seperti ini sangat efektif menjadi sarana berbagi informasi langsung dengan warga.

“Jika bukan karena inisiatif adik-adik mahasiswa yang mengadakan kegiatan ini, mungkin kesempatan menyampaikan pesan penting mengenai pengawasan terhadap anak kepada masyarakat tidak akan ada,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mansur menjelaskan bahwa faktor geografis dan kondisi Gampong Canggai yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur, seperti akses jalan dan jaringan telekomunikasi yang belum merata, membuat pengawasan terhadap anak harus ditingkatkan. Kondisi ini menuntut adanya kerja sama yang solid antara keluarga, masyarakat, aparat, dan pemerintah daerah agar anak-anak tetap aman.

Masyarakat Gampong Canggai merespons positif kedatangan dan edukasi dari para mahasiswa. Selain berharap program penyuluhan ini bisa digelar secara rutin, warga juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait pembangunan desa. Mereka berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan dan memperluas jaringan telekomunikasi demi kelancaran informasi, pendidikan, serta layanan publik.

Sementara itu, Ketua Umum HMTI-UTU, Arya Sutami, menjelaskan bahwa bakti sosial ini menjadi cara mahasiswa untuk turun langsung dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat pedesaan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara mahasiswa, pemerintah gampong, aparat, dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap isu perlindungan anak,” kata Arya.

Di samping fokus pada edukasi anak, Arya juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur fisik di Gampong Canggai yang menjadi keluhan warga.

“Infrastruktur yang memadai akan mendukung akses masyarakat terhadap informasi, pendidikan, dan layanan publik, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman serta mendukung tumbuh kembang generasi penerus,” tutur Arya.

Melalui program pengabdian ini, HMTI-UTU berharap dapat menghidupkan kembali semangat gotong royong dan kerja sama lintas sektor demi mewujudkan desa yang ramah anak sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. [Humas UTU]

Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply