Meulaboh – UTU | Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama Universitas Teuku Umar (LSP P1 UTU) mencatat perkembangan baru dalam layanan sertifikasi kompetensi. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) telah selesai memverifikasi dua skema sertifikasi baru yang diajukan oleh lembaga tersebut.
Kedua skema baru yang telah diverifikasi meliputi Skema Analisis Sensori Pangan serta Skema Kualifikasi 4 Bidang Pengelolaan Kawasan Konservasi. Rampungnya proses verifikasi ini menjadi langkah awal bagi LSP P1 UTU sebelum mengajukan penambahan ruang lingkup lisensi secara resmi kepada BNSP.
Ketua LSP P1 UTU, Dr. Uswatun Hasanah, S.Si., M.Si., kepada Humas UTU (Sabtu, 20/6) menjelaskan bahwa verifikasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang menuntut ketelitian. Proses tersebut mencakup penyusunan skema, penyesuaian unit kompetensi, pemenuhan dokumen pendukung, hingga tahap telaah akhir oleh pihak BNSP.
“Alhamdulillah, dua skema baru LSP P1 UTU telah selesai diverifikasi oleh BNSP. Setelah tahapan ini, LSP P1 UTU akan mempersiapkan pengajuan penambahan ruang lingkup agar kedua skema tersebut dapat memperoleh lisensi,” ujar Dr. Uswatun.
Dalam menyusun skema-skema tersebut, Dr. Uswatun bersama Ketua Komite Skema LSP P1 UTU, Dr. Aglis Andhita Hatmawan, S.E., M.M., berfokus pada penataan agar program yang ditawarkan selaras dengan standar kompetensi, kebutuhan dunia kerja saat ini, serta arah peningkatan mutu para lulusan Universitas Teuku Umar.
Di samping dua skema yang sudah rampung diverifikasi, LSP P1 UTU saat ini tengah mengawal 35 skema tambahan lain yang masih dalam proses verifikasi oleh BNSP. Dari total tersebut, sebanyak 7 skema di bidang konstruksi kini sedang diajukan untuk mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai syarat mutlak sebelum diproses lebih lanjut oleh BNSP.
Menurut Dr. Uswatun, penambahan skema sertifikasi ini sengaja dirancang untuk memperluas jangkauan layanan sertifikasi bagi mahasiswa maupun alumni. Melalui ketersediaan skema yang lebih beragam, peluang mahasiswa untuk mendapatkan pengakuan keahlian yang sah sesuai dengan bidang ilmu yang mereka tekuni akan menjadi lebih besar.
“LSP P1 UTU terus berupaya memperkuat perannya dalam mendukung mutu akademik dan daya saing lulusan. Sertifikasi kompetensi diharapkan menjadi nilai tambah bagi lulusan UTU dalam menghadapi dunia kerja,” kata Dr. Uswatun menambahkan.
Langkah selanjutnya, manajemen LSP P1 UTU akan mengintensifkan koordinasi dengan pihak program studi, fakultas, asesor kompetensi, Komite Skema, beserta jajaran terkait lainnya. Koordinasi berkala ini bertujuan untuk mempercepat pemenuhan dokumen pendukung serta memastikan pelaksanaan uji kompetensi dapat berjalan secara berkesinambungan. [Humas UTU]
Laporan: Nabil Z. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa




