Meulaboh – UTU | Tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan pelatihan bagi kelompok perempuan pesisir di Gampong Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (11/6). Pelatihan ini difokuskan pada pengolahan ikan tangkapan sampingan (bycatch) yang bernilai ekonomi rendah menjadi produk terasi bubuk premium.
Peserta pelatihan merupakan kaum perempuan yang tergabung dalam Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) gampong setempat. Kegiatan ini dijalankan oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UTU yang diketuai oleh Akbardiansyah, S.Pi., M.Si., dengan anggota Rahmawati, S.P., M.Si., dan Syahrul Fathi, S.T., M.T. Jalannya pelatihan di lapangan dibantu oleh teknisi UTU, Iyan Al-Misbah, S.Pi., dan Syahrul Muhharram, S.Pi., serta melibatkan mahasiswa Program Studi Perikanan UTU.
Ketua Tim PKM UTU, Akbardiansyah, menjelaskan bahwa hasil tangkapan sampingan seperti ikan kecil campuran, udang kecil, maupun jenis ikan non-target lainnya selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Komoditas tersebut seringkali hanya dijual dengan harga yang sangat murah karena minimnya pengetahuan mengenai pengolahan pascapanen.
“Selama ini ikan bycatch sering dipandang sebelah mata, padahal memiliki kandungan protein yang tinggi dan tersedia hampir sepanjang tahun. Melalui pendekatan hilirisasi, kami dari Universitas Teuku Umar memperkenalkan teknologi pengolahan yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas ini menjadi Terasi Bubuk Premium yang praktis, memiliki masa simpan lebih lama, dan bernilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Akbardiansyah.
Selain mengedukasi cara pembuatan produk, tim dosen UTU memberikan materi mengenai pentingnya kemasan modern untuk menarik minat pasar. Ibu-ibu PKK dikenalkan pada jenis kemasan standing pouch dan botol shaker yang dinilai lebih higienis serta sesuai dengan standar pasar modern. Tim UTU juga memaparkan peluang pemasaran yang luas, mulai dari skala rumah tangga, pelaku UMKM kuliner, restoran, hingga potensi pengembangan produk sebagai oleh-oleh khas dari Kabupaten Aceh Barat.
Kegiatan ini merupakan program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026 melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Program ini mengusung tema “Edukasi dan Sosialisasi tentang Inovasi Terasi Bubuk Berbasis Hilirisasi Ikan Bycatch sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Ekonomi Kelompok Perempuan Pesisir Suak Indrapuri”.

Langkah pemanfaatan potensi lokal ini mendapat sambutan baik dan dukungan penuh dari Pemerintah Gampong Suak Indrapuri. Keuchik Gampong Suak Indrapuri menyampaikan rasa terima kasihnya atas kontribusi nyata yang diberikan oleh kampus UTU dalam meningkatkan kapasitas warga desa.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang diinisiasi oleh pihak universitas bersama kementerian ini. Inovasi terasi bubuk dari tim UTU merupakan solusi yang relevan bagi masyarakat kami, khususnya ibu-ibu PKK yang membutuhkan pendampingan dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah. Melalui kegiatan ini, mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan keluarga,” kata Keuchik Suak Indrapuri.
Melalui pendampingan dari Universitas Teuku Umar ini, kelompok perempuan pesisir di Gampong Suak Indrapuri diharapkan dapat lebih jeli melihat potensi ekonomi di lingkungan sekitar. Keterampilan baru yang telah diajarkan oleh para dosen dan mahasiswa UTU ini diharapkan menjadi modal awal bagi warga untuk membuka usaha berbasis sumber daya lokal demi mencapai kemandirian ekonomi. [Humas UTU]
Laporan: Akbardiansyah | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa




