Meulaboh — UTU, 31 Agustus 2026 | Universitas Teuku Umar (UTU) melalui Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA-PKK) menggelar Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP) Mandiri Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 di Aula Iskandar Muda, Senin (31/8/2026).
Kegiatan ini diikuti tiga tim pelaksana PPK Ormawa bersama organisasi kemahasiswaan (ormawa) dan dosen pendamping masing-masing. PKP Mandiri dilaksanakan sebagai bagian dari evaluasi internal UTU untuk mengukur kemajuan pelaksanaan program, capaian luaran, serta dampak kegiatan yang telah dilakukan di lokasi mitra.

PKP Mandiri juga menjadi tahap persiapan bagi tim mahasiswa sebelum mengikuti PKP tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Belmawa pada 8–10 September 2026.
Tiga tim PPK Ormawa yang mengikuti penilaian tersebut terdiri atas:
Pertama, himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista)
Himalogista mengusung program “Pengembangan Potensi Wisata Desa Kuala Trang” dengan konsep “Kuala Trang Gampong Edukasi Zero Waste.” Program ini memadukan pengelolaan sampah dengan pengembangan potensi wisata berkelanjutan di Desa Kuala Trang, Kabupaten Nagan Raya.
Dalam pelaksanaannya, tim mengembangkan teknologi Ash to Block dan Biocycle BSF sebagai bagian dari upaya mengolah sampah sekaligus mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular di masyarakat.
Kedua, himpunan Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HIMA K3)
HIMA K3 melaksanakan program “Inovasi Penyediaan Air Bersih dan Ketahanan Pangan” di permukiman apung Desa Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat.
Program tersebut menawarkan sejumlah inovasi, antara lain teknologi Aerator Venturi untuk mendukung penyediaan air bersih, pengolahan ikan runcah menjadi nugget melalui produk NUCA, serta pengembangan hidrocenter sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Ketiga, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS)
HMTS mengembangkan program “SIGAP AIR – Pengelolaan Air Terpadu” di Desa Pasi Birah, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat.
Program ini mengintegrasikan sistem filtrasi multimedia, Pemanenan Air Hujan (PAH), bioengineering bambu, dan digitalisasi monitoring air. Inovasi tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan ketersediaan air, khususnya dalam konteks pemulihan pascabencana.

Dalam proses penilaian, masing-masing tim mempresentasikan perkembangan program, capaian kegiatan, serta bukti pelaksanaan di lapangan. Tim reviewer kemudian melakukan pendalaman melalui sesi tanya jawab untuk memverifikasi data, mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program, dan mengidentifikasi dampak yang telah dirasakan masyarakat sasaran.
Melalui PKP Mandiri, UTU memastikan ketiga tim memperoleh evaluasi dan masukan sebelum mengikuti penilaian tingkat nasional. Evaluasi tersebut diharapkan dapat membantu tim memperkuat capaian program, kelengkapan bukti pelaksanaan, serta kesiapan dalam menyampaikan hasil dan dampak program kepada reviewer tingkat nasional.
Ketiga program PPK Ormawa tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa UTU dalam menjawab berbagai persoalan di masyarakat, khususnya pada bidang pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, dan mitigasi bencana.
Laporan : Muktaridha | Foto : Istimewa




