Tim Peneliti FPIK UTU Gelar FGD Bersama PPN Sibolga Hasil Temuan Rantai Pasok Perikanan di WPP 572 Di Sumatera Utara

Sibolga, Sumatera Utara, UTU—19 Agustus 2026 | Tim peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Konsolidasi dan Validasi Hasil Temuan Survei Rantai Pasok Perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 572. Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (19/8/2026).

FGD tersebut menjadi bagian dari tahapan penelitian untuk memperkuat akurasi, validitas, dan keterwakilan data mengenai kondisi rantai pasok perikanan di wilayah Sumatera Utara. Melalui forum ini, tim peneliti mempresentasikan hasil survei lapangan sekaligus memperoleh masukan, klarifikasi, dan konfirmasi dari para pemangku kepentingan yang terlibat dalam aktivitas perikanan.

Kegiatan dihadiri Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga beserta jajaran, di antaranya Frans S. Sembiring, Eko R. Ahaddy, Habibi, Krisiswanti, dan Lasmawary. Turut hadir akademisi dari Sekolah Tinggi Perikanan, Kurniawan, selaku Koordinator Tim Pendataan Rantai Pasok Wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Dari Universitas Teuku Umar, kegiatan dihadiri Ketua Tim Penelitian, Dr. Muhammad Rizal, bersama anggota tim Afdhal Fuadi, Rahmawati, dan Iyan Al Misbah.

Dalam pemaparannya, tim peneliti menjelaskan hasil survei terkait aktivitas penangkapan ikan, karakteristik armada perikanan, daerah penangkapan (fishing ground), jenis hasil tangkapan, proses pendaratan ikan, distribusi, pemasaran, serta keterlibatan berbagai aktor dalam rantai pasok perikanan.

Data hasil survei tersebut kemudian diverifikasi melalui diskusi bersama peserta FGD. Proses ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara kondisi empiris di lapangan dengan hasil analisis yang telah disusun oleh tim peneliti.

Selain melakukan verifikasi data, diskusi juga membahas sejumlah isu strategis, seperti lokasi fishing ground, hubungan antara nelayan dan pedagang, mekanisme transaksi hasil tangkapan, pola distribusi ikan dari lokasi pendaratan menuju pasar, pembentukan harga, peran pelaku usaha, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, serta berbagai tantangan dalam mewujudkan rantai pasok perikanan yang efisien dan berkelanjutan.

Proses validasi menjadi tahapan penting dalam penelitian karena masukan dari para informan dan pemangku kepentingan dapat digunakan untuk mengoreksi, melengkapi, dan memperdalam informasi yang telah diperoleh melalui survei lapangan. Dengan demikian, hasil kajian diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi aktual rantai pasok perikanan di wilayah Sumatera Utara.

Kepala PPN Sibolga menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan survei rantai pasok perikanan yang dilakukan oleh tim peneliti FPIK UTU di Sumatera Utara. Survei tersebut mencakup dua lokasi, yakni PPN Sibolga dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Barus.

Frans S. Sembiring menyampaikan bahwa Sibolga memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat aktivitas perikanan di wilayah Sumatera Utara. Menurutnya, keberadaan berbagai industri perikanan di Sibolga turut mendukung aktivitas rantai pasok ikan dari tingkat hulu hingga hilir.

“Pusat perikanan di Sumatera Utara salah satunya berada di Sibolga. Di sini terdapat banyak industri yang dapat menampung sumber daya ikan dan menjadi pusat berbagai aktivitas pelaku perikanan dalam memasok ikan ke industri, mulai dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Hasil verifikasi dan validasi melalui FGD selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas basis data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan rekomendasi pengelolaan rantai pasok perikanan. Data yang telah dikonfirmasi bersama para pemangku kepentingan juga menjadi dasar untuk merumuskan strategi peningkatan efisiensi distribusi, penguatan kelembagaan pelaku usaha, peningkatan nilai tambah hasil perikanan, serta pengembangan sistem pemasaran yang lebih efektif.

Penelitian ini merupakan hasil kerja sama Konservasi Indonesia (KI) dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar pada tahun 2026 dengan tema Survei Rantai Pasok Perikanan di WPPNRI 572.

Penelitian tersebut menargetkan tujuh pelabuhan perikanan yang tersebar di tiga provinsi. Di Provinsi Aceh, lokasi survei meliputi PPS Kutaraja, PPI Ujong Baroh, dan PPI Ujong Serangga. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, survei dilakukan di PPN Sibolga dan TPI Barus. Adapun di Provinsi Sumatera Barat, lokasi survei mencakup PPS Bungus dan PPI Muaro Anai.

Melalui kegiatan penelitian dan proses validasi bersama pemangku kepentingan, FPIK UTU diharapkan dapat berkontribusi dalam menyediakan data dan informasi yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya perikanan serta penguatan rantai pasok perikanan yang efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.

Laporan: Muhammad Rizal | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply