UTU Dukung Pembangunan Aceh Barat pada HUT ke-438 Kota Meulaboh

Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) mendukung pembangunan Kabupaten Aceh Barat melalui kemitraan dengan pemerintah daerah, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., pada pembukaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-438 Kota Meulaboh di lahan eks BRI, depan Lapangan Teuku Umar, Meulaboh, Sabtu (10/10/2026).

Rektor UTU hadir bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UTU, Lusi Indrayanti, S.H. Peringatan tahun ini mengusung tema “Aceh Barat Ta Meusahoe, Ta Puwo Budaya Bangsa” dan dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadhiel, SH., unsur Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Barat, perwakilan pemerintah provinsi, bupati dan wali kota se-Aceh, anggota DPRA, perwakilan perusahaan swasta dan BUMN, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, serta ribuan warga.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Barat Tarmizi memaparkan sejumlah capaian dan prioritas pembangunan daerah. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi global, tekanan fiskal, hingga bencana alam.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemerintah daerah mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-438 Kota Meulaboh. Ia berharap momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus merumuskan arah kemajuan daerah, termasuk dalam bidang pendidikan.

Menurutnya, kemajuan Aceh Barat perlu didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang semakin baik, pengembangan kompetensi generasi muda, serta pemanfaatan hasil penelitian untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Universitas Teuku Umar merupakan perguruan tinggi negeri milik masyarakat, khususnya masyarakat Aceh Barat. Karena itu, UTU akan terus mendukung pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Nyak Amir.

Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki ruang kontribusi yang luas dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, menghasilkan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, hingga mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi dan sosial di wilayahnya.

Prof. Nyak Amir berharap kerja sama antara UTU dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dapat terus berkembang, sehingga program pembangunan daerah memiliki dukungan pengetahuan, kajian ilmiah, dan sumber daya manusia dari perguruan tinggi.

Sementara itu, pada acara penutupan HUT ke-438 Kota Meulaboh, Minggu (11/10/2026), UTU diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Mursyidin, M.A. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung meriah, tertib, dan aman.

 

Peringatan tahun ini mengedepankan seni dan budaya Aceh serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejumlah kesenian tradisional ditampilkan, antara lain rapai, rapai geleng, saman, sedati, serta berbagai pertunjukan budaya lainnya.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat adalah tradisi minum Kopi Khop secara massal. Sebanyak 2.026 warga berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yang dinilai layak didorong menjadi rekor dunia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Wakil Rektor PKU UTU, Dr. Mursyidin, M.A., mengapresiasi penyelenggaraan peringatan HUT Kota Meulaboh yang menghadirkan ruang bagi pelestarian budaya sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal dan mendorong keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan pembangunan daerah.

“Peringatan HUT Kota Meulaboh ini menjadi momentum untuk merawat warisan budaya sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Kami berharap tradisi dan kesenian lokal terus mendapat ruang, sementara pelaku UMKM semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Dr. Mursyidin.

Ia juga berharap pembangunan Kota Meulaboh dan Kabupaten Aceh Barat ke depan semakin memperhatikan kualitas pendidikan, pengembangan ekonomi masyarakat, pelestarian lingkungan, serta pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan.

Dr. Mursyidin menambahkan, UTU siap mengambil bagian dalam upaya tersebut melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Dengan dukungan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, UTU diharapkan dapat berkontribusi dalam melahirkan inovasi, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta memberikan masukan berbasis kajian ilmiah bagi pemerintah daerah.

Peringatan HUT ke-438 Kota Meulaboh menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat untuk merayakan sejarah kota sekaligus melihat peluang pembangunan Aceh Barat pada masa mendatang. [Humas UTU]

Laporan: YFH | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply