UPA PKK Bekali Tim Mahasiswa yang Lolos Pendanaan PPK Ormawa, Siap Mengabdi di Kawasan Rawan Bencana

Meulaboh – UTU | Tiga tim mahasiswa dari Universitas Teuku Umar (UTU) berhasil meloloskan proposal mereka dalam tahap pendanaan nasional pada Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026. Capaian ini diraih setelah melalui proses seleksi ketat dari total 10 proposal yang dikirimkan ke tingkat nasional. Sebagai bentuk persiapan akhir sebelum diterjunkan ke masyarakat, Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) UTU menggelar pembekalan intensif bagi para mahasiswa tersebut, Senin (8/6).

Ketiga tim yang berhasil lolos berasal dari organisasi kemahasiswaan yang berbeda, yaitu, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) dari Program Studi Teknik Sipil, Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (HIMALOGISTA) dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, dan Himpunan Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HIMA K3) dari Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Program yang diusung oleh ketiga tim ini secara umum berfokus pada tema pengelolaan air dan sampah di berbagai kawasan rawan bencana, guna menjawab tantangan geografis wilayah Aceh yang kerap menghadapi persoalan banjir, rob, serta keterbatasan akses air bersih.

Keberhasilan ketiga Ormawa UTU ini tidak terlepas dari peran tiga dosen pembimbing berpengalaman, diantaranya Ir. Cut Suciatina S, S.T., M.T. di bidang infrastruktur dan lingkungan, Nafisah Eka Putri, M.Si. selaku pakar pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sumber daya pertanian, serta Dr. Wintah, M.Si yang memiliki latar belakang keselamatan dan kesehatan kerja. Para dosen ini bertugas mengarahkan sisi teknis, jadwal, anggaran, hingga kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat mitra.

Proses seleksi kompetitif ini telah dimulai sejak awal tahun, diawali dengan penyusunan proposal berbasis kajian lapangan dan penyaringan internal di tingkat universitas. Tim yang lolos kemudian mengikuti tahapan presentasi dan wawancara yang diuji langsung oleh tim Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek. Berbeda dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler, PPK Ormawa dirancang untuk mengkapasitasi organisasi mahasiswa dalam menjalankan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan teknologi.

Salah satu program yang menarik perhatian adalah rancangan dari Tim HIMALOGISTA yang melanjutkan program dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mereka berhasil menghidupkan kembali tempat wisata yang sepi hingga ramai pengunjung, tahun ini mereka berfokus pada sistem pengelolaan air dan sampah di lokasi wisata tersebut agar keberlanjutan lingkungannya tetap terjaga.

Acara pembekalan yang berlangsung di Aula Kampus UTU tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni UTU, H. Ibrahim, SKM., M.NSc. Dalam sambutannya, Ibrahim menyatakan bahwa pihak universitas memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan mahasiswa di lapangan nantinya.

“Kita patut berbangga diri dengan prestasi luar biasa ini. UTU siap untuk terus mendukung pelaksanaan kegiatan yang berlangsung, baik dari segi pendanaan pendampingan, maupun monitoring evaluasi,” ujar Ibrahim.

Hadir sebagai pemateri utama, reviewer PPK Ormawa Nasional, Sucipto, S.T., M.H., memaparkan tahapan ideal pelaksanaan program mulai dari sosialisasi, eksekusi, hingga pelaporan. Sucipto menitikberatkan strategi agar program ini mampu bersaing di Abdidaya Ormawa, sebuah ajang kompetisi tahunan tingkat nasional untuk program pengabdian mahasiswa terbaik.

“Kunci suksesnya ada pada tiga hal: keterlibatan aktif mahasiswa di lapangan, dukungan penuh dari dosen pembimbing, dan yang tidak kalah penting adalah jejaring. Jangan hanya bekerja dengan satu desa atau satu mitra. Perluas koneksi dengan pemerintah desa, dunia usaha, komunitas lokal, bahkan media massa,” kata Sucipto.

Melalui pembekalan ini, mahasiswa diarahkan untuk membangun kolaborasi multipihak dengan merangkul sektor swasta yang peduli lingkungan, dinas pariwisata, hingga lembaga swadaya masyarakat bidang sanitasi. Pihak kampus melalui unit terkait juga akan melakukan monitoring berkala setiap bulan beserta kunjungan lapangan guna memastikan akuntabilitas teknis dan administrasi.

Dengan persiapan yang matang, UTU menargetkan ketiga tim ini dapat membawa pulang penghargaan dari ajang Abdidaya Ormawa 2026. Menutup arahannya, Wakil Rektor III menekankan pentingnya dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Keberhasilan bukan hanya tentang dana yang terserap, tetapi tentang perubahan nyata di masyarakat. Itulah yang akan kami buktikan,” kata Ibrahim.

Setelah menerima pembekalan, ketiga tim mahasiswa bertolak menuju desa pengabdian masing-masing pada 15 Juni 2026. Kehadiran program pengelolaan air bersih dan pengurangan sampah ini disambut baik oleh warga di kawasan sasaran yang memang membutuhkan solusi konkret tersebut. [Humas UTU]

Laporan: Muktaridha | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply