Sihir Panggung Mahasiswa UTU di Malam Anugerah UTU Awards ke-12

Meulaboh – UTU | Riuh tepuk tangan dan sorak-sorai ratusan hadirin berulang kali memenuhi Auditorium Teuku Umar pada Rabu malam (23/9/2026). Di balik sorot lampu panggung yang hangat, Malam Anugerah The 12th UTU Awards International tak sekadar menjadi momen ketegangan penentuan pemenang, melainkan panggung pembuktian bagi bakat dan kreativitas mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU).

Semarak acara terasa sejak awal saat jajaran tamu undangan serta para peserta dari berbagai kampus disambut oleh pementasan Tari Ranup Lampuan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni UTU. Irama Seurunee Kalee yang mendayu mengiringi langkah anggun para penari yang membawa puan berisi sirih. Tradisi pemuliaan tamu khas masyarakat Aceh ini menghadirkan suasana hangat dan penuh rasa persaudaraan di dalam ruang auditorium.

Kesan mendalam tak berhenti di situ. Nada dan ritme acara bergerak dinamis ketika puluhan anggota UKM Seni UTU mengambil alih panggung. Mereka menyajikan kolaborasi paduan suara dan koreografi tari lewat lagu Ya Maulai yang dipopulerkan Siti Nurhaliza, memantik riuh penonton yang terpukau oleh kekompakan gerakan serta keharmonisan vokal para mahasiswa.

Sentuhan tradisi berlanjut dengan penampilan penyanyi Iza Alfira yang mengenakan busana adat Aceh. Mengenakan pakaian tradisional yang anggun, Iza melantunkan Do Da Idi—syair pengantar tidur legendaris yang menyimpan pesan kasih sayang, doa, dan harapan orang tua bagi masa depan buah hatinya. Hening seketika melingkupi ruangan saat nada-nada magis lagu tersebut terlantun.

Suasana auditorium semakin pecah saat energi modern mengambil alih. Berbalut gaun anggun, Selfa Rita naik ke atas panggung menyanyikan tembang hits milik Dua Lipa, Training Season. Suara khas dan gaya panggungnya yang enerjik seketika membuat para hadirin ikut bergoyang dan menyuarakan apresiasi mereka.

Sebagai penutup pertunjukan seni, Siti Ramadhani Panggabean hadir dalam balutan pakaian khas Melayu. Melalui nada-nada bernas lagu Laksmana Raja Dilaut, penampilannya menjadi pamungkas rangkaian hiburan yang melengkapi kemeriahan malam penganugerahan tingkat internasional tersebut. Kemesraan alur acara malam itu dipandu secara runtut oleh duet pembawa acara Wanda Ramadhana dan Marhamah dari awal hingga puncak pengumuman.

Rangkaian pertunjukan mahasiswa ini menjadi bingkai indah bagi kompetisi ilmiah bereputasi tinggi. Pada helatan The 12th UTU Awards International tahun 2026, panitia mencatat sebanyak 543 proposal dari 78 perguruan tinggi terdaftar dalam tahap desk evaluation. Dari seluruh karya yang masuk, seleksi ketat dewan juri menyaring 75 tim terbaik untuk melangkah ke babak presentasi.

Berdasarkan akumulasi nilai akhir dari dewan juri, Universitas Teuku Umar sukses mempertahankan gelar Juara Umum pada ajang ke-12 tahun ini. Keberhasilan menyabet gelar juara yang berpadu dengan suguhan seni memukau malam itu menegaskan bahwa ruang akademik di Kampus UTU tumbuh seiring dengan tumbuhnya daya cipta, ekspresi seni, serta kecintaan mahasiswanya terhadap warisan budaya. [Humas UTU]

Laporan: YFH | Foto: Tim Humas

Related Posts

Leave a Reply