Prodi Gizi FIK UTU Edukasi Warga tentang Pemanfaatan Keumamah untuk Pencegahan Stunting

ACEH BARAT DAYA – UTU | Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Padang, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan pangan tradisional keumamah sebagai sumber protein untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dan mendukung upaya pencegahan stunting.

Program pengabdian yang diketuai Dr. Sukma Elida, S.K.M., M.Kes. tersebut merupakan tindak lanjut dari penelitian sebelumnya mengenai efikasi keumamah terhadap peningkatan status gizi ibu hamil dan bayi lahir.

Kegiatan ini juga dilatarbelakangi tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Barat Daya. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di daerah tersebut mencapai 36 persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di Provinsi Aceh.

Dr. Sukma Elida menjelaskan bahwa keumamah memiliki potensi sebagai alternatif pangan intervensi gizi karena merupakan sumber protein hewani, mudah diakses masyarakat, serta memiliki nilai budaya dan daya terima yang baik.

“Pemanfaatan keumamah dapat menjadi salah satu solusi berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai dampak stunting serta langkah-langkah pencegahannya kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu rumah tangga.

Selain edukasi, masyarakat juga mendapatkan pelatihan pengolahan keumamah yang memenuhi standar kesehatan, mulai dari pemilihan ikan segar hingga proses pengeringan yang tepat dan higienis.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Prodi Gizi UTU turut menyerahkan dua unit alat pengering (dehydrator) kepada warga. Alat tersebut diharapkan dapat membantu proses pengeringan ikan secara lebih terukur dan higienis.

“Penggunaan mesin dehydrator dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi selama proses pengeringan sehingga produk keumamah menjadi lebih aman untuk dikonsumsi,” tambah Sukma.

Melalui kegiatan ini, Prodi Gizi FIK UTU berharap masyarakat dapat meningkatkan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga, khususnya untuk memenuhi kebutuhan protein ibu hamil dan anak. Program ini juga diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan di Kabupaten Aceh Barat Daya.

Laporan: Humas | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply