MEULABOH–UTU | Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (UTU) memperkuat peluang kerja sama akademik dengan Universiti Sains Malaysia (USM) melalui USM–UTU International Collaboration Program bertajuk “Growing Together, Going Global”, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Fakultas Pertanian UTU tersebut menjadi forum untuk membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah, mobilitas dosen dan mahasiswa, pendidikan doktoral, hingga inovasi pertanian berkelanjutan.
Program ini menghadirkan Dr. Zarul Hazrin Hashim, Program Chair Animal and Plant Biodiversity sekaligus Senior Lecturer School of Biological Sciences, Universiti Sains Malaysia (USM).
Dekan Fakultas Pertanian UTU, Ir. Rusdi Faizin, M.Si., berhalangan hadir dan diwakili oleh Wakil Dekan I, Dr. Jekki Irawan. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Dekan II dan III, ketua dan sekretaris jurusan, para ketua program studi, Satuan Penjaminan Mutu Fakultas (SPMF), Gugus Kendali Mutu (GKM), serta dosen di lingkungan Fakultas Pertanian UTU.
Pertemuan ini menjadi ruang untuk mempertemukan potensi dan kepakaran kedua institusi dalam membangun kerja sama akademik yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Pembahasan difokuskan pada peluang joint research, joint publication, lecturer mobility, student mobility, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan doktoral dan kegiatan penelitian bersama. Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah peluang penelitian bersama di bidang pertanian berkelanjutan, khususnya pada ekosistem lahan gambut.
Kesamaan karakteristik wilayah tropis Indonesia dan Malaysia dinilai membuka peluang besar untuk mengembangkan penelitian kolaboratif terkait adaptasi dan produktivitas tanaman, biodiversitas, pengelolaan lahan dan sumber daya alam, serta keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kopi, pala, dan kakao juga berpotensi menjadi objek penelitian bersama. Kolaborasi dapat diarahkan pada kajian adaptasi tanaman, peningkatan produktivitas, pengelolaan sumber daya, hingga pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Kepakaran Dr. Zarul Hazrin Hashim di bidang biodiversitas hewan dan tumbuhan turut memperkaya diskusi mengenai peluang riset yang menghubungkan aspek biodiversitas dengan pertanian dan ilmu hayati.
Potensi sumber daya lokal Aceh juga dinilai dapat menjadi bagian dari agenda penelitian bersama yang memiliki relevansi tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional dan internasional.
Diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai pertanyaan dan gagasan terkait peluang kerja sama dengan USM. Sejumlah topik yang dibahas meliputi pengembangan riset bersama, publikasi ilmiah, peluang melanjutkan studi doktoral atau PhD di USM, co-supervision, pemanfaatan fasilitas laboratorium, akses publikasi jurnal, serta mekanisme lecturer mobility dan student mobility. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat sivitas akademika Fakultas Pertanian UTU dalam memperluas jejaring dan pengalaman akademik di tingkat internasional.

Dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, peluang studi doktoral di USM menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Kerja sama tersebut berpotensi dikembangkan melalui jejaring akademik, pencarian calon supervisor, co-supervision, serta keterhubungan penelitian mahasiswa doktoral dengan agenda joint research antara UTU dan USM.
Sementara itu, program lecturer mobility dan student mobility dibahas sebagai bagian penting dalam memperkuat pengalaman internasional sivitas akademika.
Program tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, seperti guest lecture, academic visit, short course, research attachment, pertukaran mahasiswa, magang, maupun kegiatan akademik bersama.
Kolaborasi riset juga diharapkan dapat menghasilkan publikasi ilmiah bersama serta membuka peluang bagi dosen dan peneliti kedua institusi untuk menyusun proposal penelitian dan mengakses berbagai sumber pendanaan riset, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai tindak lanjut, Fakultas Pertanian UTU dan USM akan melanjutkan pembahasan untuk merumuskan rencana implementasi berbagai bentuk kerja sama yang telah didiskusikan.
Program-program yang disepakati selanjutnya akan dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) sebagai landasan pelaksanaan kerja sama secara lebih konkret, terarah, dan terukur.
Pertemuan ini menjadi salah satu langkah Fakultas Pertanian UTU dalam membangun ekosistem kolaborasi global yang menghubungkan pendidikan, penelitian, mobilitas akademik, dan inovasi pertanian.
Melalui kemitraan dengan USM, Fakultas Pertanian UTU membuka ruang yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam aktivitas akademik lintas negara sekaligus mengembangkan riset yang berangkat dari potensi dan persoalan pertanian di wilayah tropis.
Semangat “Growing Together, Going Global” menjadi pijakan bagi kedua institusi untuk tumbuh bersama melalui penguatan jejaring, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan program akademik yang berkelanjutan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan riset dan inovasi yang tidak hanya memperkuat kapasitas kedua institusi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pengembangan pertanian tropis yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan.
Laporan: Susanto | Foto: Istimewa




