Meulaboh – UTU | Mahasiswa Program Magister Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan kuliah lapangan di PT Bara Energi Lestari (PT BEL), Kabupaten Nagan Raya, pada Rabu (10/6). Kegiatan yang berlangsung di aula kantor operasional PT BEL, Desa Seumambek, Kecamatan Seunagan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai analisis dampak lingkungan sosial di kawasan lingkar tambang.
Kuliah lapangan ini menghadirkan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BEL, Ir. Rahmad Zahri, ST., MM., sebagai narasumber. Dalam pemaparannya di hadapan mahasiswa, Rahmad menjelaskan berbagai aspek teknis dan sosial, mulai dari pengelolaan tambang, keselamatan kerja, hingga upaya yang dilakukan pihak perusahaan dalam meminimalkan dampak sosial serta lingkungan akibat aktivitas pertambangan.
Dosen pengampu mata kuliah Analisis Dampak Lingkungan Sosial, Dr. Khairan, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya mempelajari teori di ruang kuliah. Mereka perlu memahami realitas yang terjadi di lapangan agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara perguruan tinggi sebagai pencetak sumber daya manusia dengan dunia industri sebagai pengguna tenaga kerja.
Dr. Khairan memaparkan bahwa melalui kuliah lapangan ini, mahasiswa mendapat pemahaman dan pengalaman nyata tentang eksplorasi tambang batu bara yang dilakukan pihak perusahaan PT BEL, penanganan pasca tambang berupa dampak lingkungan dan mengenai dampak lingkungan sosial akibat aktivitas tambang.
“Mahasiswa juga dapat melihat langsung dan memberikan masukan tentang model program pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan pihak PT BEL sebagai tindakan nyata penanganan dampak lingkungan sosial masyarakat di sekitar wilayah tambang. Dengan demikian, diharapkan terjadi keselarasan antara teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di masyarakat sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI),” kata Dr. Khairan.
Dr. Khairan menambahkan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengasah kepekaan sosial mahasiswa sekaligus mendekatkan mereka dengan pengalaman nyata kehidupan masyarakat di sekitar kawasan tambang. Ia menilai PT BEL merupakan salah satu perusahaan yang telah menerapkan praktik pengelolaan lingkungan tambang batu bara yang baik. Indikator tersebut dilihat dari berbagai penghargaan yang diterima perusahaan dalam pengelolaan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Perusahaan juga memiliki perhatian terhadap pengembangan masyarakat dan lingkungan sosial di wilayah lingkar tambang,” ujarnya.

Saat ini, terdapat enam desa yang berada di kawasan lingkar tambang dan terdampak langsung oleh aktivitas operasional perusahaan. Keenam desa tersebut adalah Krueng Mangkom, Alue Buloh, Paya Udeung, Kuta Aceh, Krueng Ceuko, dan Desa Seumambek yang juga menjadi lokasi kantor operasional PT BEL.
Melalui kunjungan lapangan ini, pihak UTU dan PT BEL berharap dapat melanjutkan hubungan kerja sama ke depan dalam berbagai bidang. Kerja sama tersebut diproyeksikan mencakup pendampingan masyarakat lingkar tambang, dukungan penelitian dan pengabdian, program magang mahasiswa, kuliah kerja nyata (KKN), serta kegiatan akademik lainnya yang berdampak positif bagi masyarakat dan dunia pendidikan. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa




