Jakarta – UTU | Pengusaha nasional sekaligus Pendiri Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo, menerima kunjungan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., di Rajawali Place, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Hashim menyatakan kesiapannya untuk mengawal usulan pendanaan infrastruktur kampus, termasuk percepatan pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran UTU di Meulaboh, Aceh Barat.
Langkah pendirian Fakultas Kedokteran ini diakselerasi guna menjawab kebutuhan tenaga medis di delapan kabupaten/kota wilayah pesisir Barat-Selatan Aceh. Inisiatif tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mendirikan 300 fakultas kedokteran baru guna mengatasi kekurangan dokter secara nasional.
Rektor UTU menjelaskan bahwa akses pendidikan kedokteran di Aceh saat ini masih berpusat di Banda Aceh, yang berjarak cukup jauh dari kawasan pesisir selatan. Kondisi ini menjadi hambatan distribusi dokter di wilayah tersebut.
“Selama ini fakultas kedokteran hanya terpusat di Banda Aceh yang jaraknya cukup jauh jika diakses oleh masyarakat Barat-Selatan Aceh. Oleh karenanya, sebagai perguruan tinggi negeri yang menjadi tumpuan masyarakat Barat Selatan Aceh, UTU merasa terpanggil untuk memenuhi kekurangan jumlah sumber daya manusia dokter di Aceh,” ujar Prof. Nyak Amir.
Untuk merealisasikan fasilitas perkuliahan tersebut, UTU membutuhkan dukungan skema pendanaan luar negeri. Rektor menyampaikan permohonan agar usulan tersebut disalurkan ke tingkat pusat.
“Kami memohon bantuan ke Pak Hashim untuk dapat menyampaikan ke Bappenas guna membantu sumber pendanaan PHLN (Pembiayaan dan Hibah Luar Negeri) untuk pemenuhan infrastruktur di UTU. Saat ini yang cukup mendesak adalah Gedung Fakultas Kedokteran agar dapat beroperasional tahun depan saat mahasiswa baru diterima. Jika rencana ini terwujud, maka gedung ini nantinya akan kita namai dengan Gedung Soemitro Djojohadikoesoemo,” kata Prof. Nyak Amir.
Selain Gedung Fakultas Kedokteran, UTU turut mengusulkan pembangunan Gedung Olahraga dan Seni sebagai ruang aktivitas publik bagi sivitas akademika.

Di samping pembahasan akademik, Prof. Nyak Amir memaparkan agenda peringatan Hari Pahlawan mendatang di Aceh. Rangkaian acara meliputi pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 24 kilometer di Kabupaten Nagan Raya untuk pemecahan rekor MURI, serta gelaran zikir dan shalawat di Kampus UTU.
“Kami berharap Bapak Hashim dapat mendukung terlaksananya agenda penting ini. Kami juga berharap Bapak Presiden Prabowo hadir di Aceh Barat untuk menyaksikan terlaksananya pemecahan rekor MURI ini,” tutur Prof. Nyak Amir.
Menyahut paparan dari rombongan UTU, Hashim Djojohadikusumo menyambut positif seluruh usulan yang disampaikan dan menegaskan komitmennya untuk menjembatani aspirasi ini ke pemerintah pusat.
“Setiap program yang diajukan oleh kampus tentu akan didukung oleh pemerintah. Saya akan bantu menyampaikan hal ini kepada Presiden dan Bappenas. Semoga cita-cita ini terwujud dan UTU dapat mewujudkan visi menjadi kampus yang Gemilang,” ujar Hashim.
Dalam silaturahmi tersebut, Rektor UTU hadir didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni H. Ibrahim Laweung, SKM., MNSc., Ketua Senat UTU/Dekan FISIP Basri, S.H., M.H., Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., Bupati Aceh Barat periode 2007-2012 dan 2017-2022 Ramli MS., serta Rektor UTU periode 2014-2022 Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, S.E., MBA. [Humas UTU]
Laporan: YFH | Foto: Istimewa




