Karawang – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) menjajaki kerja sama dengan PT Sany Indonesia Machinery, perusahaan manufaktur alat berat, untuk membuka peluang magang, kerja praktik, dan rekrutmen lulusan ke dunia industri. Penjajakan tersebut dilakukan melalui kunjungan Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., ke fasilitas perakitan PT Sany di Karawang, Jawa Barat, Kamis (22/10/2026).
Dalam kunjungan itu, rombongan UTU meninjau langsung proses perakitan excavator dan alat berat lainnya. Pemandu pabrik PT Sany, Irfan Tarigan, menjelaskan alur produksi, standar operasional, keselamatan kerja, serta penerapan teknologi otomatisasi dalam proses manufaktur.
Rektor UTU menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi untuk memahami kebutuhan industri sekaligus menyiapkan kompetensi lulusan yang sesuai dengan standar kerja perusahaan.
“Kami ingin memastikan mahasiswa tidak hanya menguasai teori di ruang kelas, tetapi paham standar teknis dan presisi kerja yang dibutuhkan industri skala global seperti PT Sany,” ujarnya.

Rombongan UTU turut diikuti Wakil Rektor III, H. Ibrahim Laweung, SKM., MNSc., Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ir. Herri Darsan, ST., MT., serta Ketua Tim Perencanaan UTU, Romi Setiawan, S.Pd., M.Pd.
Usai peninjauan fasilitas produksi, rombongan melanjutkan pertemuan koordinasi dengan Koordinator PT Sany Wilayah Sumatera, Bima Dwikora, dan Branch Manager PT Sany Aceh, Rivaie. Pertemuan tersebut membahas penyusunan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), terutama mengenai mekanisme rekrutmen alumni dan alokasi tempat magang industri bagi mahasiswa UTU.
Menurut Prof. Nyak Amir, penjajakan ini diarahkan untuk memperluas akses lulusan ke dunia kerja, khususnya pada sektor manufaktur alat berat yang membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi teknis dan keterampilan industri.
“Target utama kami adalah memperpendek jarak antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri. Melalui penjajakan MoU ini, kami menyiapkan jalur distribusi lulusan, khususnya dari Teknik Mesin dan Teknik Industri, agar bisa langsung terserap di jaringan kerja PT Sany,” kata Prof. Nyak Amir.

Program kerja sama tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa dan lulusan Fakultas Teknik, terutama Program Studi Teknik Mesin dan Teknik Industri. Kedua program studi itu memiliki bidang keilmuan yang relevan dengan proses produksi dan perakitan alat berat. Meski demikian, peluang magang dan rekrutmen juga terbuka bagi mahasiswa dari program studi lain sesuai kebutuhan perusahaan.
Melalui rencana kerja sama ini, mahasiswa UTU diharapkan memperoleh pengalaman langsung mengenai standar operasional dan teknologi manufaktur modern sebelum menyelesaikan studi. Sementara itu, akses rekrutmen yang dijajaki diharapkan memperluas peluang kerja alumni UTU di PT Sany maupun sektor manufaktur sejenis. [Humas UTU]
Laporan: TIM | Editor: YFH | Foto: Istimewa.




