Dorong Pengembangan Sapi Aceh Unggul, FP UTU Rintis Kerja Sama Strategis dengan BPTU-HPT Indrapuri

Aceh Besar – UTU | Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (FP UTU) kembali memperluas jaringan kemitraannya guna memperkuat sektor pertanian dan peternakan di Serambi Mekkah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pertemuan penjajakan kerja sama dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul-Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor BPTU-HPT Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh ini dihadiri langsung oleh pimpinan kedua instansi. Rombongan FP UTU dipimpin oleh Dekan Ir. Rusdi Faizin, M.Si., beserta tim,dan disambut hangat oleh Kepala BPTU-HPT Indrapuri, Dayat, S.Pt., M.Si., beserta jajarannya.

Penjajakan kolaborasi ini dititikberatkan pada upaya saling dukung antara dunia akademik dan praktisi balai pembibitan.Salah satu misi utama yang diusung adalah menyukseskan program pengembangan ternak lokal, khususnya peningkatan kualitas dan populasi sapi Aceh unggul yang menjadi komoditas kebanggaan daerah.

Sebagai simbol keseriusan dan langkah awal kolaborasi, pertemuan ini diwarnai dengan penyerahan sejumlah bibit tanaman Indigofera dari pihak BPTU-HPT kepada FP UTU. Penyerahan bibit ini bukan sekadar cenderamata, melainkan wujud nyata komitmen bersama dalam mengembangkan inovasi hijauan pakan ternak yang berkualitas tinggi untuk mendukung produktivitas sapi lokal.

Lebih dari sekadar pengembangan sektor peternakan, sinergi ini juga membawa angin segar bagi iklim akademik mahasiswa. Penjajakan ini secara khusus memproyeksikan BPTU-HPT Indrapuri sebagai fasilitas laboratorium alam dan wadah representatif bagi mahasiswa FP UTU. Melalui program magang dan penelitian tugas akhir yang difasilitasi oleh balai, mahasiswa diharapkan mampu menyerap ilmu terapan secara langsung di lapangan.

Dengan terbukanya akses bimbingan dari para ahli di BPTU-HPT, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan kompetensi praktis yang mumpuni, tetapi juga mendapatkan sarana untuk mempercepat penyelesaian masa studi. Sinergi ini diyakini akan melahirkan generasi akademisi yang adaptif dan inovasi peternakan yang berdampak nyata bagi kemandirian pangan nasional. [Humas UTU]

Laporan: Jekki | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply