Meulaboh – UTU | Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang dijalankan Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himalogista) Universitas Teuku Umar (UTU) memasuki babak krusial. Tim mahasiswa ini resmi mengikuti visitasi lapangan secara daring oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Belmawa DiktiSaintek) pada Jumat (25/9/2026).
Penilaian tersebut memfokuskan evaluasi pada dampak ekonomi dan lingkungan dari program pengembangan potensi wisata Desa Kuala Trang, Kabupaten Nagan Raya.
Sejak pagi, layar monitor di ruang koordinasi Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) UTU menampilkan dinamika diskusi interaktif. Perwakilan visitor Belmawa, Mintarti, menyimak paparan capaian lapangan yang disampaikan tim mahasiswa pendamping desa.
Di ruang terpisah namun terhubung dalam jaringan yang sama, Keuchik Kuala Trang Darlisman, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Karim, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup Nagan Raya memberikan kesaksian langsung mengenai perubahan fisik dan tata kelola wisata yang mulai dirasakan warga setempat.
“Program yang dijalankan tim Himalogista UTU menunjukkan keterlibatan yang hidup di lapangan. Pengolahan potensi lokal Desa Kuala Trang menjadi destinasi wisata yang tertata terbukti memberikan arah baru bagi perekonomian warga,” ujar Mintarti di sela-sela sesi konfirmasi dokumen evaluasi.

Kehadiran jajaran aparatur desa, dinas kabupaten, hingga kelompok masyarakat dalam satu forum daring tersebut menjadi gambaran nyata pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas warga menjadi fondasi utama agar pengelolaan desa wisata tidak berhenti saat masa tugas mahasiswa usai.
Dalam verifikasi tersebut, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama UTU, Rinaldi Iswan, bersama Kepala UPA PKK UTU, Dr. Muktaridha, memaparkan skema pengawalan kampus dari hulu ke hilir. Dukungan tersebut mencakup alokasi pendampingan dosen, fasilitasi sarana uji laboratorium produk lokal, hingga monitoring berkala.

Muktaridha menjelaskan bahwa visitasi lapangan daring ini merupakan saringan penentu sebelum peserta melangkah ke ajang puncak persaingan pengabdian masyarakat nasional.
“Tahapan ini menjadi penentu bagi Himalogista untuk mengamankan tiket menuju Abdidaya Ormawa 2026. Kerja keras dosen pembimbing, Ibu Nafisah Eka Putri, bersama para mahasiswa di Desa Kuala Trang terbayar dengan hasil evaluasi yang solid,” kata Muktaridha usai penutupan sesi visitasi.
Senada dengan hal itu, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AKK) Rinaldi Iswan, ST., M.Sc., menekankan bahwa keberhasilan menembus babak visitasi menunjukkan bahwa model pengabdian berbasis pemecahan masalah desa yang diterapkan mahasiswa UTU tepat sasaran. Kampus memfokuskan bantuan pada penyediaan akses, pendampingan legalitas kelompok kerja di desa, serta pembukaan jaringan pemasaran produk hasil olahan pertanian warga Kuala Trang.

Sesi visitasi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut ditutup dengan penyusunan berita acara verifikasi. Hasil dari evaluasi lapangan ini akan menentukan daftar final organisasi kemahasiswaan yang berhak tampil pada Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 mendatang. [Humas UTU]
Laporan: Muktaridha | Editor: YFH | Foto: Eman




