Meulaboh – UTU | Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Teuku Umar (UTU) masa bakti 2026-2029 resmi mengemban amanah baru setelah dikukuhkan pada Rabu (23/9/2026). Kepengurusan periode ini menargetkan dampak langsung bagi kesejahteraan keluarga kampus dan masyarakat sekitar melalui lima pilar program kerja.
Pengukuhan berlangsung secara serentak bersama pengurus DWP dari 20 perguruan tinggi negeri lain di Indonesia melalui konferensi video. Di Gedung Integritas UTU, Meulaboh, jajaran pengurus yang mengenakan seragam batik resmi organisasi mengikrarkan janji di hadapan Ketua DWP Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Annisa Pramudita Badri Munir Sukoco.
Prosesi ini disaksikan langsung oleh Rektor UTU sekaligus Ketua Penasihat DWP UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., bersama jajaran pimpinan universitas, para dekan, serta kepala lembaga.

Melalui sambutannya dari layar utama room konferensi, Annisa Pramudita mengingatkan pengurus agar menyusun agenda kerja yang terukur serta berdampak nyata. Ia mendorong DWP di lingkungan perguruan tinggi untuk menghadirkan ruang kampus yang inklusif dan sehat.
“Program organisasi tidak hanya berhenti di internal, tetapi diharapkan mampu menyentuh keluarga besar kampus hingga masyarakat sekitar, khususnya melalui kegiatan ekonomi kreatif dan pendampingan sosial,” kata Annisa.
Sejalan dengan arahan tersebut, Penasihat DWP Kemdiktisaintek, Levy Olivia Nur Brian Yuliarto, menekankan bahwa optimalisasi potensi seluruh anggota menjadi kunci utama untuk mendongkrak kesejahteraan keluarga pegawai.
Menjawab tantangan tersebut, Ketua DWP UTU terpilih, Lusi Indrayanti Nyak Amir, memaparkan arah kebijakan organisasi untuk empat tahun mendatang. DWP UTU memusatkan perhatian pada lima sektor prioritas: pendidikan, ekonomi, sosial budaya, kesehatan, dan aksi kemanusiaan.

Lusi mengajak seluruh jajaran memanfaatkan beragam latar belakang unit kerja dan pengalaman anggota sebagai modal kerja bersama. Ia merancang DWP UTU sebagai wadah yang menghidupkan silaturahmi dan kepedulian tanpa bersandar pada segelintir pengurus inti semata.
“Program DWP Universitas Teuku Umar akan diarahkan pada kegiatan yang memiliki manfaat nyata. Kami akan terus menghidupkan aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan,” ujar Lusi usai prosesi pengukuhan.
Melalui kelima pilar prioritas ini, DWP UTU menargetkan kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup anggota dan warga di wilayah Meulaboh. [Humas UTU]
Laporan: YFH | Foto: Zul Eman.




