Kukuhkan 29 Insinyur Perdana, UTU Jawab Kelangkaan Tenaga Ahli Terstandardisasi di Aceh

Meulaboh – UTU | Sebanyak 29 lulusan Angkatan I Program Profesi Insinyur (PPI) Fakultas Teknik UTU resmi dilantik dan mengambil sumpah profesi, Rabu (16/9/2026). Para lulusan ini disiapkan untuk turun langsung menyelesaikan persoalan infrastruktur dan industri di wilayah Aceh maupun skala nasional.

Pelantikan angkatan perdana ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan tenaga ahli bersertifikasi di kawasan Barat Selatan Aceh. Melalui kerja sama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), kehadiran para profesional baru ini menjawab kelangkaan praktisi keinsinyuran terstandardisasi yang selama ini dinantikan untuk mengawal proyek properti lokal, keselamatan kerja, hingga pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian acara diawali dengan laporan Ketua Program Studi PPI FT UTU, Ir. Azwanda, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN.Eng., yang memaparkan proses panjang pendidikan para peserta hingga dinyatakan layak menyandang gelar profesi. Dekan Fakultas Teknik UTU, Dr. Ir. Irwansyah, S.T., M.Eng., IPM., kemudian membuka prosesi secara resmi.

“Pengukuhan ini bukan hanya penanda selesainya proses pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab lulusan untuk menjalankan profesi secara beretika dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Dr. Irwansyah di hadapan jajaran pimpinan universitas, dosen, dan keluarga lulusan.

Suasana khidmat terasa saat 29 lulusan berdiri bersama melafalkan sumpah dan janji insinyur. Usai pengucapan sumpah, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berkas sumpah secara simbolis, penyematan medali keinsinyuran, serta penyerahan daftar nama insinyur baru kepada PII Pengurus Cabang Aceh Barat.

Sekretaris Jenderal PII, Dr. Ir. Teguh Haryono, MBA., IPU., ACPE., ASEAN.Eng., APEC.Eng., yang hadir langsung di lokasi, menekankan pentingnya penerapan standar etika di lapangan. Ia menyampaikan bahwa tantangan pembangunan saat ini menuntut insinyur tidak sekadar menguasai teknis, tetapi wajib memperhitungkan aspek keselamatan publik dan dampak lingkungan.

Pengukuhan angkatan pertama ini secara resmi menambah pasokan SDM teknik tersertifikasi di Aceh Barat. Berbekal lisensi resmi yang kini dipegang, para lulusan siap memimpin proyek-proyek strategis, menerapkan standar keamanan teknis yang lebih tinggi, serta mendorong percepatan ekonomi daerah. [Humas UTU]

Laporan: Azwanda | Editor: YFH | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply