Meulaboh – UTU | Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teuku Umar (HMTS-UTU) menggelar Seminar Nasional sebagai bagian dari rangkaian Civil Race And Exhibition (CRANE) Ke-IX, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 360 peserta dari sivitas akademika Universitas Teuku Umar (UTU) untuk membahas solusi teknis atas tingginya risiko banjir dan longsor di wilayah Aceh Barat dan sekitarnya. Pembahasan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS-UTU) sebagai agenda utama rangkaian Civil Race And Exhibition (CRANE) Ke-IX.
Mengusung tema “Optimalisasi Rekayasa Struktur dan Geoteknik dalam Mewujudkan Infrastruktur Tangguh terhadap Banjir dan Longsor”, seminar ini menghadirkan sudut pandang akademisi dan praktisi untuk menjawab persoalan riil di lapangan. Geografi Aceh Barat yang rawan bencana menuntut calon insinyur memahami perencanaan rekayasa berbasis kondisi sekitar agar kerusakan infrastruktur dapat ditekan.
Hadir sebagai narasumber utama, Guru Besar DTSL Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada sekaligus Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, ST., MT., IPU., ASEAN Eng. Ia bersanding dengan Haris Setyawan, S.T., M.T., Pengelola Sumber Daya Air Ahli Pertama pada Balai Hidrolika dan Geoteknik Keairan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Jalannya diskusi interaktif ini dipandu oleh dosen Prodi Teknik Sipil UTU, Ir. Samsunan, S.T., M.T., IPM.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Teknik UTU, Dr. Ir. Irwansyah, ST., M.Eng., IPM., serta laporan Ketua Panitia, sebelum dibuka secara resmi oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd.
Dalam arahannya, Prof. Nyak Amir mendorong mahasiswa menjadikan ajang ini sebagai sarana mengasah keberanian intelektual.
“Saya berharap, CRANE-IX bukan sekadar kesempatan untuk bersaing dan menang. Ruangan ini harus menjadi tempat bagi mahasiswa untuk berani berpikir, berani mencoba, berani berinovasi, dan berani menyampaikan ide-ide baru,” ujar Prof. Nyak Amir di hadapan para peserta.
Selain seminar nasional, agenda CRANE Ke-IX yang membawa gagasan utama civil resilience (ketahanan sipil) ini diisi beragam kompetisi akademik dan pameran. Salah satu event yang menyedot perhatian adalah Olimpiade Fisika dan Matematika (OFIKA) yang mencatatkan 361 peserta, mayoritas pelajar asal Aceh Barat dan Nagan Raya. Jumlah ini melonjak 152 peserta dibanding penyelenggaraan tahun lalu.
Pada kesempatan yang sama, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) diikuti 11 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Yogyakarta, Universitas Samudra, Universitas Malikussaleh, Universitas Syiah Kuala, dan host Universitas Teuku Umar. Sesi presentasi LKTIN berlangsung secara daring via Zoom Meeting pada hari yang sama.
Atmosfer kegiatan kian semarak di area Expo dan bazar. Di lokasi ini, pengunjung melihat langsung stan UMKM lokal, partisipasi instansi teknis seperti BPBD dan PUPR, hingga pameran alat filtrasi air karya mahasiswa Teknik Sipil UTU yang menjadi contoh konkret penerapan ilmu geoteknik dan lingkungan.

Seluruh rangkaian CRANE Ke-IX resmi diakhiri dalam closing ceremony yang dihadiri oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni, H. Ibrahim Laweung HS., SKM., MNSc., yang hadir mewakili Rektor UTU.
“Atas nama pimpinan Universitas Teuku Umar saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, penuh dedikasi, dan bertanggung jawab sehingga kegiatan CRANE ke-IX dapat terlaksana dengan baik,” ucap Wakil Rektor III saat menutup acara.
Penyelenggaraan CRANE Ke-IX oleh HMTS-UTU sukses mempertemukan iklim kompetisi, inovasi mahasiswa, serta perhatian pada tantangan kebencanaan daerah dalam satu wadah pembelajaran terpadu. [Humas UTU]
Laporan: Humas | Foto: Istimewa




