LPMPP UTU dan BPM UM Sepakati Kerja Sama Penguatan Mutu Akademik dan Digitalisasi AMI

Malang – UTU | Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Teuku Umar (UTU) dan Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Negeri Malang (UM) menyepakati Perjanjian Kerja Sama (Implementation Agreement/IA) untuk pengembangan tata kelola mutu akademik perguruan tinggi.

Penandatanganan berlangsung di Gedung Graha Rektorat Kampus UM, Malang, Jumat (11/9/2026). Kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), digitalisasi instrumen Audit Mutu Internal (AMI), serta percepatan akreditasi program studi menuju predikat unggul dan akreditasi internasional.

Kepala LPMPP UTU, Prof. Iskandar Abdul Samad kepada Humas UTU mengatakan kerja sama dengan BPM UM akan dilanjutkan ke dalam program kerja yang dapat diterapkan langsung di lingkungan UTU.

“Kerja sama ini kami tempuh untuk menguatkan Sistem Penjaminan Mutu Internal, digitalisasi instrumen Audit Mutu Internal, serta percepatan akreditasi program studi bereputasi unggul dan internasional,” ujar Prof. Iskandar.

Menurut Prof. Iskandar, IA tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara UTU dan UM. Hubungan kelembagaan kedua universitas selanjutnya diarahkan pada pertukaran pengalaman dan penyusunan program yang berkaitan langsung dengan pengelolaan mutu akademik.

Ia mengatakan pengalaman UM dalam mengembangkan SPMI berbasis digital menjadi salah satu rujukan bagi UTU dalam membenahi mekanisme penjaminan mutu internal.

“Pengalaman panjang Universitas Negeri Malang dalam mengelola SPMI berbasis digital telah melahirkan banyak program studi terakreditasi unggul. Melalui IA ini, kita tidak hanya bertukar dokumen formalitas, tetapi langsung menurunkan program kerja riil,” katanya.

Kerja sama lintas lembaga ini juga mencakup proses pembelajaran antar-tim penjaminan mutu. Sekretaris BPM UM, Dr. Syihabudhin yang hadir mewakili Ketua BPM UM menyampaikan bahwa pelaksanaan IA akan diisi dengan tindak lanjut kerja antara tim dari kedua universitas.

“Melalui perjanjian ini, tim dari kedua lembaga langsung menggelar sesi kerja intensif, dimulai dengan pertukaran best practices sampai dengan penyelarasan instrumen AMI,” ujar Dr. Syihabudhin.

Pertukaran pengalaman itu diharapkan membantu UTU memperoleh rujukan dalam mengembangkan instrumen AMI yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengelolaan mutu berbasis data dan teknologi digital. Hasil kerja sama juga diarahkan untuk mendukung kesiapan program studi menghadapi proses akreditasi pada tingkat nasional maupun internasional.

Bagi UTU, pembenahan sistem mutu akademik berkaitan langsung dengan proses pembelajaran, evaluasi program studi, serta pemenuhan standar pendidikan tinggi. Digitalisasi instrumen AMI juga membuka ruang bagi proses audit yang lebih terdokumentasi dan mudah ditelusuri.

Melalui kerja sama LPMPP UTU dan BPM UM, pengalaman pengelolaan mutu dari perguruan tinggi di Malang menjadi sumber pembelajaran bagi UTU di Aceh Barat. Hasil kolaborasi tersebut selanjutnya diharapkan dapat diterapkan dalam sistem penjaminan mutu internal dan mendukung peningkatan daya saing lulusan UTU di tingkat nasional dan global. [Humas UTU]

Laporan & Foto: Humas UTU

Related Posts

Leave a Reply