Sarawak, Malaysia – UTU | Riset ekonometrika spasial yang membedah keterkaitan ekonomi antar-wilayah di Indonesia membawa Yasrizal, dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teuku Umar (FEB UTU), meraih penghargaan Best Paper Award (Gold). Anugerah ilmiah tersebut diserahkan dalam ajang Finance, Economics & Business Sustainability (FEBS) Conference 2026 yang diselenggarakan oleh Faculty of Economics and Business Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), Kamis (6/8/2026).
Riset berdampak luas yang dikembangkan Yasrizal bersama dua pakar ekonomi UNIMAS, Prof. Dr. Dayang Affizzah Awang Marikan dan Prof. Dr. Chin-Hong Puah, menarik perhatian dewan juri internasional melalui karya berjudul “Financial Inclusion, Socioeconomic Risk, and Interprovincial Spillovers in Regional Sustainability Performance: Evidence from Indonesia.”

Dalam forum ilmiah yang berlangsung selama dua hari pada 5–6 Agustus 2026 di kampus UNIMAS tersebut, kajian tiga peneliti ini membuktikan secara empiris bahwa tingkat kemajuan ekonomi dan daya tahan suatu daerah di Indonesia tidak berdiri sendiri. Kebijakan keuangan serta dinamika sosial ekonomi pada satu provinsi memberi efek rambatan (spillover effect) yang terukur terhadap keberlanjutan wilayah-wilayah tetangganya.
Pemodelan ini dirumuskan lewat analisis atas data 34 provinsi di Indonesia sepanjang rentang waktu 2015 hingga 2024. Pendekatan ekonometrika spasial yang diterapkan dalam penelitian berhasil memisahkan antara pengaruh langsung suatu kebijakan di daerah asal dan dampak tidak langsung yang menjangkau wilayah sekitarnya.
Temuan tersebut memberikan kontribusi empiris bagi perumusan regulasi pembangunan daerah. Dengan terpetakannya pola limpahan ekonomi antarwilayah, perencana kebijakan mendapatkan pijakan faktual untuk merancang pemerataan akses keuangan yang lebih peka terhadap potensi risiko sosial di setiap daerah.

Atas capaian di tingkat internasional ini, Yasrizal menyampaikan bahwa kajian ilmiah tersebut disiapkan untuk memberikan masukan konkret bagi penanganan ketimpangan regional di tanah air.
“Kami berharap hasil analisis spasial ini menjadi rujukan faktual bagi pemerintah daerah maupun pusat dalam merumuskan kebijakan inklusi keuangan. Penanganan risiko sosial ekonomi perlu memperhitungkan keterkaitan antar-provinsi agar pembangunan berkelanjutan dapat terwujud secara seimbang,” ujar Yasrizal usai sesi penganugerahan di Kota Samarahan, Sarawak.
Rangkaian FEBS Conference 2026 tersebut resmi ditutup dengan penyerahan piala serta sertifikat Best Paper Award (Gold) kepada Yasrizal dan tim peneliti di hadapan para delegasi akademisi dari berbagai negara. [Humas UTU]
Laporan: Yasrizal | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.




