Meulaboh – UTU | Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Barat, Irfan Nirwana Satriyadi, S.Kom., S.H., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Teuku Umar (UTU) guna membahas berbagai hal strategis dan peluang kerja sama antarlembaga. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Rektor UTU, Selasa (28/7/2026).
Kedatangan jajaran Kejaksaan Negeri Aceh Barat disambut langsung oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., yang didampingi para pimpinan universitas. Kunjungan ini difokuskan pada pembahasan program-program kolaboratif yang berdampak langsung pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, edukasi hukum bagi mahasiswa, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah Aceh Barat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai langkah konkret untuk menjembatani disiplin keilmuan perguruan tinggi dengan praktik penegakan hukum di lapangan. Fokus utama diarahkan pada pembentukan program yang mampu memberikan manfaat terukur bagi masyarakat luas, khususnya dalam mendorong terciptanya budaya sadar hukum di lingkungan akademis dan publik.
Rektor UTU, Prof. Nyak Amir, M.Pd., menyampaikan bahwa silaturahmi ini menjadi pijakan awal yang penting untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dan berdampak di masa mendatang.
“Universitas Teuku Umar terus berupaya membangun kemitraan strategis dengan berbagai lembaga, termasuk Kejaksaan Negeri Aceh Barat. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi pengembangan institusi, tetapi juga bagi mahasiswa dan masyarakat luas melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan budaya sadar hukum,” ujar Prof. Nyak Amir.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Irfan Nirwana Satriyadi, S.Kom., S.H., M.H., menilai keterlibatan aktif institusi penegak hukum dengan perguruan tinggi merupakan modal utama dalam menciptakan program kerja yang produktif dan berkesinambungan.
“Kejaksaan Negeri Aceh Barat terbuka untuk menjalin kerja sama dengan Universitas Teuku Umar dalam berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama. Kami berharap kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui program-program konkret, khususnya dalam meningkatkan pemahaman hukum, serta mendukung pembangunan daerah melalui kontribusi keilmuan dan penegakan hukum,” ungkap Irfan Nirwana Satriyadi.
Melalui pertemuan ini, UTU dan Kejari Aceh Barat sepakat untuk menindaklanjuti poin-poin diskusi ke dalam rencana aksi yang terstruktur. Sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan institusi penegak hukum ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan tata kelola hukum dan kualitas pendidikan di wilayah Aceh Barat. [Humas UTU]
Laporan: Shinta | Editor: Yuhdi F. | Foto: Eman.




