Tiga Tim Universitas Teuku Umar Paparkan Inovasi Pemulihan Bencana Sumatra di Seminar Program Mahasiswa Berdampak Penanggulangan Bencana Sumatra

Medan – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) mengirimkan tiga tim yang terdiri atas dosen dan mahasiswa untuk memaparkan hasil inovasi penanggulangan bencana dalam Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Penanggulangan Bencana Sumatra. Acara berskala nasional dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026” ini berlangsung pada 1 hingga 3 Juli 2026 di Ruang Auditorium Utama Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Kota Medan, Sumatra Utara.

Forum ini menjadi ruang diseminasi hasil pelaksanaan program, sekaligus wadah untuk menampilkan inovasi, praktik baik, dan dampak nyata yang dihadirkan perguruan tinggi. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan mitra, program ini bertujuan menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kegiatan ini diinisiasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang bekerja sama dengan UNPRI sebagai bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek, Prof. apt. I Ketut Adyana, M.Si., Ph.D., membuka acara tersebut secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyatakan pentingnya peran aktif universitas saat terjadi bencana di tengah masyarakat.

“Program ini bukan sekadar pengabdian kepada masyarakat. Ketika masyarakat menghadapi bencana, perguruan tinggi harus hadir membawa ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang memberikan solusi serta memperkuat dampak bagi masyarakat,” ujar Prof. I Ketut Adyana pada sesi pembukaan seminar, Kamis (2/7/2026).

Seminar nasional ini dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi terpilih dari seluruh Indonesia yang berfokus pada penanganan pemulihan pasca-bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra. Skala kepesertaan yang luas terlihat dari kehadiran peserta dari berbagai daerah, termasuk perwakilan dari Universitas Maluku. Ketua Tim Kerja Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek, Luthfi Ilham Ramdhani, merincikan bahwa pada tahun 2026, kementerian menerima 606 proposal dan mendanai 202 proposal dengan total anggaran mencapai Rp21,9 miliar. Dari jumlah tersebut, terpilih 60 tim pelaksana yang diundang ke Medan untuk mendiseminasikan hasil kerja mereka di hadapan tim reviewer yang ditunjuk oleh Kemdiktisaintek.

UTU menjadi salah satu kampus yang berhasil meloloskan tiga tim personilnya ke tahap presentasi ini. Ketiga tim tersebut membawa fokus program pengabdian yang berbeda di tiga kabupaten terpisah di Provinsi Aceh.

Tim pertama dipimpin oleh Dr. Kiswanto, M.Si., yang menjalankan program di Kabupaten Pidie Jaya. Tim ini fokus pada penyediaan “Inovasi Pengolahan Air Siap Minum Portabel dan Ketahanan Pangan Mandiri” bagi warga yang menjadi korban bencana banjir. Luaran yang berhasil dicapai oleh Dr. Kiswanto dan tim berupa hadirnya teknologi pengolahan air minum portabel, pengembangan kebun hidroponik, dan pelaksanaan program pemberian makanan tambahan (PMT) menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih, ketahanan pangan, dan pemenuhan gizi.

Tim kedua dikomandoi oleh Ir. Risnadi Irawan, S.TP., M.T. Tim ini memilih wilayah kerja di Desa Pantan Keumuning, Kabupaten Bener Meriah, dengan memaparkan program mengenai “Penerapan Teknologi Tepat Guna Air Bersih dan Pemulihan Lahan Pertanian Pasca-banjir”. Luaran dari program ini adalah tersedianya teknologi air bersih siap minum, peningkatan kapasitas layanan air bersih, penyediaan sarana produksi pertanian, serta penguatan kapasitas pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Sementara itu, tim ketiga yang dipimpin oleh Delfian Masrura, S.T., M.T., memaparkan hasil pengabdian di Kabupaten Pidie. Inovasi yang diusung oleh tim ini bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Tangguh Bencana Melalui Early Warning System Berbasis IoT Dalam Penataan Drainase dan Normalisasi Sungai”. Luaran yang dihasilkan dari program ini adalah Upaya mitigasi banjir dilakukan dengan mengembangkan sistem peringatan dini berbasis IoT, menyusun peta jalur evakuasi berbasis QGIS, dan melakukan normalisasi sungai melalui pembersihan sedimen.

Melalui forum evaluasi dan diseminasi ini, setiap tim delegasi UTU menjabarkan capaian program, demonstrasi inovasi yang dikembangkan, tantangan di lapangan, hingga perubahan riil yang kini dirasakan oleh masyarakat di wilayah sasaran masing-masing. Seluruh pemaparan ini nantinya akan menjadi dasar bagi Kemdiktisaintek untuk menyempurnakan program pengabdian masyarakat di masa mendatang. [Humas UTU]

Laporan: Kiswanto & Delfian M. | Editor: Yuhdi F, | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply