Meulaboh – UTU | Tim Universitas Teuku Umar (UTU) diundang untuk mengikuti Seminar Dampak Program Mahasiswa Berdampak 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kegiatan berlangsung di Ruang Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta pada 5-7 Juni 2026 ini menghadirkan 61 perguruan tinggi terpilih di Indonesia guna memaparkan hasil hilirisasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat.
Delegasi UTU, Afdhal Fuadi, S.Pi., M.Si., dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelauatan (FPIK) dan mahasiswa Ilmu Kelautan, Zarkasyi, mempresentasikan program pengabdian berjudul “Hilirisasi Teknologi BuDar Ramah Lingkungan Berbasis Sumberdaya Lokal Untuk Meningkatkan Hasil Tangkapan Ikan dan Mengurangi Destructive Fishing Nelayan Tradisional Desa Meureubo”. Program ini dijalankan melalui kolaborasi tiga lembaga kemahasiswaan, yaitu, BEM FPIK, BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UTU, di bawah bimbingan Dr. Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si.
Afdhal Fuadi menjelaskan bahwa inovasi yang dibawa ke Desa Meureubo, Aceh Barat, ini memberikan dua dampak utama bagi masyarakat pesisir. Pertama adalah pengenalan teknologi Bubu Dasar (BuDar) yang memanfaatkan material lokal seperti batang pinang dan rotan, dipadukan dengan atraktor alami dari dedaunan guna menangkap ikan demersal bernilai tinggi tanpa merusak ekosistem laut. Kedua, inovasi ini berupaya mengangkat sektor ekonomi keluarga melalui pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Istri Nelayan.
“Kami tidak hanya fokus pada alat tangkap di laut, tetapi juga melakukan knowledge transfer kepada ibu-ibu nelayan untuk mengolah hasil sampingan berupa ikan gabus laut yang bernilai jual rendah menjadi produk kuliner bernilai ekonomi tinggi seperti bakso, kaki naga, dan nugget,” ujar Afdhal di sela-sela kegiatan seminar di Yogyakarta.

Selain mendapatkan pelatihan proses produksi dan pengemasan produk, kelompok mitra juga dibekali dengan kemampuan manajemen usaha berbasis digital. Nelayan dan anggotanya diajarkan memanfaatkan marketplace seperti TikTok, sehingga produk olahan hasil laut tersebut kini dapat dipasarkan secara lebih luas untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Pada sesi gelar karya, stan presentasi milik UTU menarik perhatian tim penilai serta peserta dari perguruan tinggi lain. Delegasi UTU menampilkan peragaan visual inovasi teknologi BuDar dan memaparkan indikator capaian luaran yang telah sukses direalisasikan di lapangan. Kehadiran UTU dalam forum ini menegaskan kontribusi nyata kampus dalam menghasilkan inovasi sains dan teknologi tepat guna yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Keikutsertaan UTU dalam forum ilmiah berskala nasional ini juga menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung program internasionalisasi universitas. Melalui pemaparan inovasi berbasis kearifan lokal di tingkat nasional, UTU sedang menyiapkan cetak biru teknologi tepat guna yang dapat diadaptasi oleh komunitas pesisir global, sekaligus memperkenalkan metodologi pengabdian masyarakat khas Indonesia ke panggung yang lebih luas. [Humas UTU]
Laporan: Afdhal F. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa




