Meulaboh – UTU | Lima tim mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) lolos pendanaan kompetitif dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026. Setelah melalui proses pembinaan intensif dan berkesinambungan, prestasi ini diraih melalui tiga program utama, yaitu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA).
Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menilai capaian ini menjadi modal penting bagi kampus dalam memperluas jangkauan di level yang lebih tinggi.
“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa UTU tidak hanya unggul secara akademik, namun juga mampu bersaing di tingkat nasional dengan gagasan kreatif yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Prof. Ishak.

Pada kategori PKM Kewirausahaan (PKM-K), tim mahasiswa UTU meloloskan karya berjudul KITTY CANE: Pasir Kucing Berbasis Ampas Tebu dengan Teknologi Odor-Lock sebagai Produk Eco-Friendly Bernilai Ekonomis. Inovasi ini menerapkan konsep ekonomi sirkular dengan mengolah limbah ampas tebu menjadi produk pasir hewan peliharaan yang memiliki daya serap bau dan bernilai jual.
Sektor digitalisasi juga menjadi ladang prestasi bagi UTU melalui program P2MW. Kolaborasi mahasiswa dari Program Studi Bisnis Digital dan Agribisnis sukses meloloskan proposal bisnis berjudul AgriConnect Click: Sistem Integrasi Rantai Pasok Pangan Digital untuk Mewujudkan Distribusi Pangan yang Efisien, Transparan, dan Berkelanjutan. Sistem ini dirancang untuk memangkas jalur distribusi pangan melalui platform digital yang terintegrasi.

Sementara itu, raihan terbesar diperoleh melalui program PPK ORMAWA dengan lolosnya tiga proposal sekaligus dari organisasi mahasiswa yang berbeda. Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (HIMALOGISTA) membawa rancangan Pengembangan Potensi Wisata Desa Kuala Trang melalui Fasilitas Wisata Edukatif dan Pengelolaan Sampah Terpadu. Selanjutnya, Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) mengusung program SIGAP AIR, sebuah sistem Pengelolaan Air Terpadu Berbasis Filtrasi, Bio Engineering, dan Digitalisasi untuk membangun Desa Tangguh Bencana di Pasi Birah. Terakhir, Himpunan Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HIMAK3) meluncurkan inovasi penyediaan air bersih lewat teknologi Aerator Venturi untuk wilayah desa rawan bencana.

Rangkaian inovasi berbasis potensi lokal dan teknologi tepat guna ini menjadi langkah taktis UTU dalam mendukung program internasionalisasi kampus. Melalui portofolio prestasi nasional yang solid, gagasan-gagasan mahasiswa tersebut dipersiapkan untuk menjawab tantangan global, terutama yang berkaitan dengan isu lingkungan, ketahanan pangan, dan digitalisasi berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menempatkan UTU sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang siap bersaing di kancah internasional dari wilayah barat selatan Aceh.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai detail program pembinaan dan hasil karya mahasiswa ini, universitas menyediakan akses informasi melalui situs resmi di https://utu.ac.id/upapkk. [Humas UTU]
Laporan: Muktaridha | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa




