Aceh Besar – UTU | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (HIMA K3) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (FIK UTU) melakukan kunjungan industri ke pabrik PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Aceh Besar, Rabu (13/5). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk menyelaraskan teori akademik dengan praktik nyata di dunia industri.
Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Manajemen PT SBA di Aula PT Solusi Bangun Indonesia. Hadir dalam penyambutan tersebut OHS Manager, dr. Sufri Halwi, Head of Media, Faraby Azwany, serta Cement Mill Engineer, Sulthan. Pertemuan ini difokuskan pada pemberian edukasi mengenai standar keamanan kerja dan proses operasional pabrik semen secara mendalam.
Ketua Jurusan Program Studi K3 FIK UTU, Jun Musnadi IS, S.K.M., M.Kes., menjelaskan bahwa interaksi langsung dengan industri merupakan agenda wajib bagi mahasiswa. Menurutnya, pemahaman mendalam mengenai risiko dan perlindungan kerja tidak cukup hanya didapatkan melalui literatur di ruang kelas.
“Mahasiswa K3 FIK UTU tidak hanya belajar di ruang kelas saja, akan tetapi juga wajib belajar secara langsung secara praktis di perusahaan melalui program kunjungan industri, praktik belajar lapangan, dan program magang mahasiswa,” ujar Jun Musnadi dalam sambutannya.
Perwakilan manajemen PT Solusi Bangun Andalas menyambut baik inisiatif pendidikan ini. Head of Media PT SBA, Faraby Azwany, menyatakan bahwa perusahaan memiliki program kunjungan industri yang dirancang sebagai kontribusi nyata dalam dunia pendidikan. Program ini bertujuan membantu mahasiswa mengasah keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, sehingga mereka memiliki gambaran utuh mengenai profesi yang akan mereka tekuni setelah lulus nanti.
Dalam rangkaian acara tersebut, para mahasiswa menerima pemaparan materi teknis. dr. Sufri Halwi selaku OHS Manager mengupas tuntas mengenai implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diterapkan di lingkungan PT SBA untuk menjamin perlindungan seluruh karyawan. Sementara itu, Sulthan selaku Cement Mill Engineer memberikan penjelasan teknis mengenai alur proses kerja dan produksi.

Ketua HIMA K3 FIK UTU, Raja Riski Ramadhan S., mengapresiasi keterbukaan pihak perusahaan dalam berbagi ilmu. Setelah sesi diskusi dan pemaparan materi selesai, para mahasiswa diarahkan untuk meninjau langsung area produksi. Mereka melihat secara dekat bagaimana semen diproses dan bagaimana rambu-rambu serta prosedur keselamatan dijalankan secara ketat di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung tertib ini merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi K3 FIK UTU, PT SBA, dan HIMA K3. Melalui peninjauan lapangan ini, diharapkan para calon praktisi keselamatan kerja tersebut dapat mengidentifikasi potensi bahaya dan prosedur mitigasi secara lebih tajam dan profesional. [Humas UTU]
Laporan: Ishalyadi | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.




