Dosen UTU Paparkan Riset Keberlanjutan Kopi Kintamani pada openLCA Conference 2026 di Berlin

Berlin, Jerman – UTU | Yoga Nugroho, akademisi dari Universitas Teuku Umar (UTU), terpilih menjadi salah satu pembicara dalam ajang bergengsi openLCA Conference 2026 yang digelar di Berlin, Jerman. Dalam pertemuan para pakar keberlanjutan dunia yang berlangsung pada 22-23 April 2026 tersebut, ia mempresentasikan studi mendalam mengenai dinamika agribisnis kopi di Bali.

Riset yang dipaparkan berjudul “Capturing Long-Term Trade-offs in Coffee Agribusiness: A System Dynamics – Life Cycle Sustainability Assessment of Kintamani Arabica Coffee”. Penelitian ini merupakan kerja sama antara Yoga dengan tim pembimbing dari Universitas Brawijaya yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Budi Setiawan, MS., Dr. Rosihan Asmara, S.E., M.P., dan Dr. Ir. Suhartini, M.P.

Di hadapan audiens internasional, Yoga menjelaskan bahwa pengukuran keberlanjutan selama ini sering kali hanya bersifat statis atau sebatas potret sesaat. Melalui penggabungan metode Life Cycle Sustainability Assessment (LCSA) dan System Dynamics, riset ini mampu memetakan dampak keputusan ekonomi masa kini terhadap ekosistem serta kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Fokus studi ini terletak pada pengelolaan Kopi Arabika Kintamani melalui organisasi tradisional Subak Abian. Yoga menyoroti pentingnya filosofi Tri Hita Karana—sebuah konsep keseimbangan hubungan antara Tuhan, sesama manusia, dan alam—sebagai fondasi etika dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama di tengah tekanan industri pariwisata yang masif di Bali.

“Keikutsertaan dalam konferensi ini adalah kesempatan berharga untuk berdiskusi mengenai bagaimana kearifan lokal seperti Subak Abian dapat diintegrasikan dengan pemodelan sains modern untuk mendukung ketahanan petani kopi,” ujar Yoga di sela-sela kegiatan.

Kehadiran Yoga di Berlin membawa catatan tersendiri karena ia menjadi satu-satunya presenter yang mewakili institusi dari Indonesia dalam sesi presentasi oral. Partisipasi ini terlaksana berkat dukungan pendanaan penuh dari GreenDelta selaku pengembang perangkat lunak openLCA beserta sejumlah sponsor lainnya. Momentum ini juga dimanfaatkan Yoga untuk menjalin kolaborasi dengan peneliti lintas negara guna pengembangan riset di masa mendatang.

Setelah kembali dari Berlin, data dan model penelitian ini akan disempurnakan lebih lanjut dengan menghimpun informasi langsung dari para petani di lapangan. Langkah tersebut bertujuan agar hasil studi ini tidak hanya berhenti di meja akademis, tetapi dapat menjadi panduan praktis bagi organisasi petani maupun pemerintah dalam merumuskan kebijakan pengembangan kopi yang ramah lingkungan serta adil bagi masyarakat luas. [Humas UTU]

Laporan: Yoga N. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply