Rektor UTU: Kepemimpinan Safaruddin-Zaman Akli Berhasil Letakkan Pondasi Transformasi Abdya

Meulaboh – UTU | Satu tahun masa kepemimpinan Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Periode 2025-2030 , Dr. Safaruddin, S.Sos., MSP.,  dan Wakil Bupati Zaman Akli,S.Sos., MM., dinilai telah membawa perubahan signifikan melalui peletakan pondasi transformasi daerah yang kuat. Capaian kinerja dalam visi “Arah Baru Abdya Maju” tersebut mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., yang melihat perkembangan indikator makro dan tata kelola pemerintahan di wilayah berjuluk “Bumi Breuh Sigupai” tersebut.

Salah satu indikator utama yang menjadi sorotan adalah keberhasilan pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan sebesar 2,02 persen dalam kurun waktu satu tahun. Data menunjukkan angka kemiskinan di Abdya turun dari 15,35 persen menjadi 13,30 persen, yang merupakan penurunan paling signifikan dalam lima tahun terakhir. Selain itu, pemerintah daerah tercatat berhasil melakukan penyehatan fiskal dengan melunasi utang daerah sebesar Rp 52 miliar atau mencapai 89,7 persen dari total beban awal, sembari tetap mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut.

Di sektor pendidikan dan penguatan nilai keagamaan, Pemerintah Kabupaten Abdya telah mengimplementasikan program “Teungku Saweu Sikula” dengan menugaskan 40 teungku ke sekolah-sekolah serta menyalurkan beasiswa bagi 142 mahasiswa berprestasi dan santri tahfidz. Prestasi di tingkat nasional juga turut diraih, termasuk penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 serta keberhasilan menjadi Juara Umum Teknologi Tepat Guna (TTG) Aceh 2025 melalui inovasi “Lampengeuh”.

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menyatakan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Abdya dalam satu tahun terakhir merupakan investasi jangka panjang, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan stabilitas ekonomi daerah.

“Langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi mikro dan pengendalian inflasi melalui operasi pasar murah serta pemberdayaan UMKM telah membuahkan hasil konkret bagi masyarakat bawah. Program seperti ‘Teungku Saweu Sikula’ dan pemberian beasiswa ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Abdya yang cerdas dan berakhlak mulia. Kita melihat ada keberanian dalam menyehatkan fiskal daerah sembari tetap menjalankan program infrastruktur yang menyentuh kepentingan publik,” ujar Prof. Ishak Hasan.

Meskipun memberikan apresiasi, Prof. Ishak Hasan mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan masih besar. Namun, ia optimis dengan delapan misi strategis dalam program “Peumakmue Nanggroe” yang telah dijalankan, Abdya memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir barat selatan Aceh. [Humas UTU]

Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply