UTU Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari UNSRI untuk Korban Banjir Bandang Gayo Lues

Gayo Lues – UTU | Satuan Tugas (Satgas) Universitas Teuku Umar (UTU) Peduli Bencana menyalurkan bantuan kemanusiaan hasil donasi Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang kepada masyarakat penyintas banjir bandang di Kabupaten Gayo Lues, Selasa (3/2/2026). Penyerahan bantuan ini difokuskan pada warga yang terdampak di Desa Tetingi dan Desa Remukut, Kecamatan Pantan Cuaca.

Ketua Tim Satgas UTU yang turun langsung ke lokasi, Athaillah, SE., M.Si., menyatakan bahwa kehadiran tim di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral dan amanah dari para donatur. Ia menegaskan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana.

“Kami hadir langsung di Desa Tetingi dan Remukut untuk memastikan amanah dari saudara-saudara kita di UNSRI sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan dukungan untuk kembali bangkit setelah kehilangan harta benda akibat banjir bandang lalu,” ujar Athaillah di sela-sela penyaluran bantuan.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, Athaillah didampingi oleh sejumlah personel tim, di antaranya Teuku Raja Akbar, SH., Arif Fadlian, SH.I., Hamdani, S.Ikom., Syahdat Balledy, SH.I., serta Dodi Tafta Zani Azma, S.IP. Tim berinteraksi langsung dengan warga guna menyerap aspirasi sekaligus memberikan dukungan moril kepada para penyintas.

Secara terpisah, Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Universitas Sriwijaya yang telah menunjukkan solidaritas luar biasa bagi warga Aceh. Sinergi antar-perguruan tinggi ini dipandang sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat dalam skala nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., beserta seluruh sivitas akademika Universitas Sriwijaya atas kepeduliannya membantu penyintas banjir bandang Aceh yang terjadi November 2025 silam. Bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan simbol persaudaraan yang kuat antara UTU dan UNSRI dalam merespons musibah kemanusiaan,” ungkap Prof. Ishak Hasan.

Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa depan, tidak hanya dalam konteks tanggap darurat bencana, tetapi juga dalam berbagai program pengabdian masyarakat lainnya. Hingga saat ini, proses pemulihan di Kecamatan Pantan Cuaca masih terus dipantau oleh berbagai pihak untuk memastikan stabilitas kehidupan warga kembali normal. [Humas UTU]

Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply