UTU Salurkan Bantuan Dari ISI Yogyakarta, UNSOED, dan UNILA ke Gayo Lues dan Aceh Tamiang

Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues dan Kabupaten Aceh Tamiang. Bantuan tersebut dibawa oleh Tim Relawan Tanggap Darurat Banjir Aceh dan dilepas secara resmi di halaman Rektorat UTU, Minggu (14/12/2025).

Pelepasan tim dilakukan oleh Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum UTU, Zulfirman, S.E., M.Si. Dalam arahannya, Zulfirman menekankan pentingnya kehati-hatian tim relawan mengingat jalur menuju Gayo Lues, terutama pasca-banjir November lalu, tergolong ekstrem dan sulit.

Bantuan yang disalurkan ini merupakan hasil kolaborasi dan kepercayaan dari sejumlah kampus mitra UTU, yaitu, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) yang akan diserahkan kepada penyintas di Gayo Lues. Sedangkan bantuan dari Universitas Lampung akan diserahkan kepada penyintas di Aceh Tamiang.

“Pimpinan dan sivitas akademika UTU mengucapkan terima kasih kepada ISI Yogyakarta, Unsoed, dan Universitas Lampung yang telah mempercayai UTU untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat bencana banjir Aceh,” ujar Zulfirman. “Kami berharap semoga bantuan ini dapat meringankan beban para penyintas bencana di Gayo Lues dan Aceh Tamiang,” tambahnya.

Usai pelepasan secara simbolis, tim relawan segera bergerak menuju Gayo Lues dan Aceh Tamiang. Mereka menempuh jalur Babahrot (Aceh Barat Daya) ke Trangon, rute yang dikenal ekstrem. Zulfirman berpesan agar tim selalu berkomunikasi dengan posko induk relawan di UTU selama perjalanan.

Ketua Tim Relawan UTU, Irsadi Aristora, S.Hut., M.H., mengungkapkan bahwa timnya siap menghadapi tantangan dalam menyalurkan bantuan. Gayo Lues dilaporkan masih terisolir di beberapa titik akibat kerusakan akses jalan.

“Kami sadar betul bahwa upaya menembus Gayo Lues yang masih terisolir membutuhkan perjuangan ekstra. Kami harus melalui jalur-jalur ekstrem dan siap menghadapi kondisi darurat di lapangan. Kami pastikan bantuan ini sampai ke tangan penyintas yang benar-benar membutuhkan,” tegas Irsadi.

Dengan dilepasnya tim ini, misi kemanusiaan UTU memasuki tahap krusial. Kehati-hatian tim relawan di jalur ekstrem menjadi kunci agar bantuan segera menjangkau dan meringankan beban ribuan warga Gayo Lues dan Aceh Tamiang yang terdampak, menegaskan peran kampus sebagai garda terdepan dalam aksi tanggap bencana. [Humas UTU]

Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply