UTU Lepas 400 Mahasiswa Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Bencana di Sumatera

Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) resmi melepas 400 mahasiswa untuk terjun langsung dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera. Acara pelepasan dipimpin langsung oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., di Auditorium Teuku Umar, Senin (02/02/2026).

Program ini merupakan inisiasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai respons atas bencana alam yang melanda wilayah Sumatera pada akhir November 2025 lalu. Berdasarkan data dari laman resmi bima.kemdiktisaintek.go.id, terdapat 203 proposal dari 82 perguruan tinggi se-Indonesia yang didanai, melibatkan total 10.090 mahasiswa di seluruh Indonesia.

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTU, Herri Darsan, S.T., M.T., melaporkan bahwa UTU berhasil memenangkan pendanaan total lebih dari Rp870 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk delapan proposal yang dinyatakan lolos seleksi oleh Kemdiktisaintek.

“Para mahasiswa akan bertugas selama 30 hari di berbagai lokasi strategis, meliputi Desa Jambak di Aceh Barat, serta kabupaten Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Pidie Jaya,” ujar Herri. Ia menambahkan bahwa program ini turut didampingi oleh 24 Dosen Pendamping Lapangan (DPL) guna memastikan transfer teknologi tepat guna berjalan efektif.

Dalam sambutannya, Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., mengungkapkan rasa bahagia dan bangga atas pencapaian kolektif civitas akademika UTU yang berhasil bersaing di tingkat nasional.

“Saya merasa sangat bangga kepada para dosen dan mahasiswa yang telah berjuang hingga proposal kita lolos pendanaan. Ini adalah bukti bahwa UTU memiliki kepedulian tinggi dan kapasitas intelektual yang diakui secara nasional dalam menjawab persoalan masyarakat, khususnya dalam pemulihan pasca-bencana,” tutur Prof. Ishak.

Lebih lanjut, Prof. Ishak menitipkan pesan penting kepada seluruh peserta yang akan berangkat ke lapangan. Beliau menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater dan menjunjung tinggi etika di tengah masyarakat.

“Gunakan kesempatan ini untuk belajar sekaligus memberi solusi. Saya berpesan kepada mahasiswa agar menjaga perilaku, berbaur dengan kearifan lokal, dan benar-benar membantu meringankan beban warga. Kepada dosen pendamping, pastikan bimbingan dilakukan secara intensif agar teknologi yang kita bawa benar-benar bermanfaat bagi pemulihan ekonomi dan sosial di daerah terdampak,” tutup Prof. Ishak Hasan.

Kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan infrastruktur sosial dan ekonomi di wilayah-wilayah terdampak bencana di Aceh melalui inovasi dan pengabdian nyata dari insan kampus. [Humas UTU]

Laporan: Yuhdi F. | Foto: Zul Eman.

Related Posts

Leave a Reply