Meulaboh – UTU | Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Teuku Umar (UTU) menyelenggarakan kegiatan Closing Audit Mutu Internal (AMI) Siklus XI Tahun 2025 yang dirangkai dengan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) sebagai upaya menindaklanjuti temuan hasil AMI tahun berjalan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Cut Nyak Dien, UTU.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor UTU yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc. Hadir dalam kegiatan ini seluruh pimpinan universitas, antara lain para Dekan dan Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Ketua Unit Penunjang Akademik (UPA), Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AKK), Kepala Biro Perencanaan, Umum, dan Keuangan (PUK), Tim Manajemen yang terdiri atas Ketua Sistem Penjaminan Mutu Fakultas (SPMF) se-UTU, serta para auditor AMI Siklus XI.
Dalam sambutannya, Dr. Aman Yaman menegaskan pentingnya pelaksanaan Closing Audit Mutu Internal dan pelaksanaan RTM sebagai bagian strategis dalam siklus penjaminan mutu sesuai dengan Permendiktisaintek No 39 tahun 2025 tentang Sistem Penjaminan Mutu perguruan Tinggi. Menurut Dr. Aman Yaman, RTM menjadi forum krusial sebagai rangkaian dari penerapan siklus SPMI-PPEPP untuk memastikan seluruh temuan AMI ditindaklanjuti secara sistematis dan berkelanjutan oleh seluruh unit kerja (auditee) di lingkungan UTU.
“RTM ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan tindak lanjut temuan AMI. Dalam waktu dekat UTU akan melaksanakan rapat kerja, sehingga seluruh temuan AMI dapat dijadikan acuan dalam perencanaan kegiatan ke depan, agar temuan yang sama tidak kembali muncul pada tahun berikutnya sehingga perencanaan berasas audit dan risk-based benar-benar dijalankan,” tegas Dr. Aman Yaman.
Sementara itu, Ketua LPMPP UTU, Dr. Irvan Subandar, MP., menjelaskan bahwa AMI Siklus XI merupakan siklus dengan instrumen audit terbanyak dibandingkan siklus sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan untuk mengakomodasi berbagai standar dan instrumen akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) maupun Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Siklus XI ini memiliki instrumen yang sangat banyak dan variatif. LPMPP harus mengakomodasi seluruh instrumen dari LAM dan BAN-PT agar dapat memenuhi kebutuhan setiap program studi sesuai dengan tuntutan akreditasi masing-masing,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan RTM, seluruh pimpinan unit kerja memaparkan hasil temuan AMI beserta tindak lanjut yang telah dilakukan. Sebagian besar temuan tersebut telah dinyatakan berstatus closed. Meski demikian, pihak universitas menekankan perlunya komitmen dan tindakan nyata yang berkelanjutan agar perbaikan mutu dapat benar-benar terimplementasi dan tidak menjadi temuan berulang di masa mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Tim Manajemen UTU menyelenggarakan Anugerah Mutu untuk menghargai unit kerja dan individu berprestasi. Dr. M. Aman Yaman menegaskan bahwa pemberian penghargaan ini wajib dijalankan sebagai motivator menuju terciptanya budaya mutu di lingkungan UTU. Tahun ini, penghargaan tersebut dianugerahkan kepada Fakultas Teknik sebagai Fakultas Teladan Mutu, Program Studi Sosiologi (S1) sebagai Program Studi Teladan Mutu, UPA Laboratorium Terpadu sebagai UPA Teladan Mutu, serta Muntaha Mardhatillah sebagai Auditor Terbaik.
“Kedepan Anugerah Mutu di lingkungan UTU wajib dijalankan agar penghargaan terhadap unit dan individu yang komit menjalankan secara optimal SPMI-PPEPP dihargai secara nyata sebagai motivator menuju terciptanya budaya mutu di lingkungan UTU,”tegas Dr. Aman Yaman yang juga merupakan senior fasilitator SPMI nasional dan lead auditor ISO.
Melalui penganugerahan ini, UTU berharap dapat memotivasi seluruh auditee dan pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kinerja dan budaya mutu secara berkelanjutan. Dengan demikian, mutu pendidikan di Universitas Teuku Umar diharapkan semakin meningkat sejalan dengan visi universitas, “Menyemai Ilmu, Memupuk Mutu, Memetik Kemakmuran.” [Humas UTU]
Laporan: LPMPP | Foto: Istimewa.




