Lamno – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) secara resmi memulai rangkaian sosialisasi dan promosi (Sospro) Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan perdana ini dipusatkan di Aula SMA Negeri 1 Jaya, Kecamatan Lamno, Aceh Jaya, pada Kamis (22/1/2026).
Tim Sospro UTU yang hadir terdiri dari jajaran pimpinan dan staf ahli, di antaranya Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Rusdi Faizin, M.Si.; Wakil Dekan Bidang Akademik FEB, Dr. Zainal Putra, SE., M.Si.; Kepala UPA Perpustakaan, Yuhdi Fahrimal, S.I.Kom., M.I.Kom.; serta staf akademik dan humas. Kedatangan tim disambut hangat oleh Kepala SMA Negeri 1 Jaya beserta ratusan siswa kelas XII yang tampak antusias mengikuti jalannya acara.
Dalam sambutannya, Ir. Rusdi Faizin, M.Si., menekankan pentingnya persiapan dini bagi para siswa. Ia menjelaskan bahwa SNPMB 2026 merupakan sistem integrasi seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang tahun ini semakin mengedepankan prinsip keadilan dan akuntabilitas.
“SNPMB 2026 ini bukan sekadar ujian masuk, melainkan transformasi seleksi yang lebih fokus pada pengukuran kemampuan penalaran dan pemecahan masalah. Pemerintah merancang sistem ini agar adik-adik tidak hanya terpaku pada hafalan, tapi benar-benar siap secara kognitif untuk menghadapi dinamika perkuliahan,” ujar Rusdi.

Dr. Zainal Putra, SE., M.Si., dalam pemaparannya membawa kabar gembira terkait kuota penerimaan. Tahun ini, UTU menyediakan total 2.770 kursi melalui tiga jalur utama: Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri.
“Kami mengundang putra-putri terbaik Aceh Jaya untuk bergabung di UTU. Dengan visi menjadi The Source of Inspiration dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis agro-and-marine industry, UTU bukan lagi sekadar kampus pilihan kedua. Kami memiliki fasilitas modern dan tenaga pengajar berkualitas yang siap menempa kalian menjadi sarjana unggul,” ujar Dr. Zainal.
Menambah semangat para peserta, Yuhdi Fahrimal, M.I.Kom., membagikan “resep rahasia” menembus ketatnya persaingan SNPMB. Ia menekankan pentingnya strategi dalam memilih program studi (Prodi) sesuai minat dan bakat, serta memahami rasio keketatan tiap prodi di UTU.
“Kuncinya adalah berani bermimpi dan cerdas melihat peluang. Jangan takut soal biaya, karena UTU berkomitmen memastikan tidak ada mahasiswa yang berhenti kuliah karena alasan ekonomi. Tersedia berbagai skema beasiswa mulai dari KIP Kuliah, beasiswa prestasi dari mitra bank, hingga dukungan dari Pemerintah Aceh dan daerah,” jelas Yuhdi.
Antusiasme peserta yang tinggi terlihat saat sesi tanya jawab. Baik siswa maupun kepala sekolah yang ikut hadir mengangkat tangan untuk bertanya berbagai hal terkait SNPMB tahun 2026 salah satunya terkait peluang kelulusan di beberapa prodi favorit di UTU. Berdasarkan data hasil SNPMB tahun 2025, Prodi Gizi menempati urutan pertama keketatan tertinggi. Disusul oleh Prodi Kesehatan Masyarakat. Artinya siswa harus benar-benar memastikan bahwa nilai mereka sesuai dengan ambang batas yang ditetapkan pada prodi tujuan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi bagi generasi muda di Aceh Jaya, sekaligus memperkuat peran UTU sebagai motor penggerak SDM unggul di wilayah Barat Selatan Aceh. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta dan tim sospro UTU. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Zul Eman.





