Universitas Teuku Umar Tambah 13 Program Studi Baru dalam Tiga Tahun Terakhir

Meulaboh – UTU |  Universitas Teuku Umar (UTU) mengalami perkembangan signifikan dengan menambah 13 program studi (prodi) baru dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Penambahan ini meningkatkan jumlah prodi yang semula hanya 20 pada tahun 2022 menjadi 33 prodi pada tahun 2025, termasuk di antaranya lima program magister (S2) dan satu program profesi perdana.

Capaian ini merupakan bagian dari upaya masa kepemimpinan Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang bermutu bagi masyarakat, khususnya di wilayah Aceh Barat Selatan. Langkah ini merujuk pada implementasi Undang-Undang Pendidikan untuk menyediakan kesempatan belajar seluas-luasnya dengan biaya yang tetap terjangkau secara ekonomi.

Dalam pidato sambutannya pada acara Wisuda ke-21 UTU, Sabtu (14/02/2026), Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menjelaskan bahwa pengembangan ini bertujuan agar UTU menjadi pilihan utama masyarakat dalam memperoleh pendidikan berkualitas. Beliau menargetkan akan ada total 20 prodi baru yang terbentuk dalam periode 2022 hingga 2026.

“Diharapkan dalam kurun waktu 2022-2026 akan bertambah 20 prodi baru di UTU, baik jenjang S1, S2, maupun profesi. Hal ini merupakan terobosan kebijakan agar kesempatan memperoleh pendidikan bagi masyarakat Aceh dan masyarakat luas umumnya semakin terbuka lebar,” ujar Prof. Ishak Hasan dalam pidatonya.

Saat ini, UTU juga tengah menunggu proses rekomendasi dan pengesahan dari LLDIKTI Wilayah  XIII serta Kemendiktisaintek untuk tiga program studi lainnya, yaitu, Magister Hukum, Prodi Sosio Ekonomi Peternakan, dan Prodi Kehutanan & Lingkungan. Selain itu, pihak universitas sedang berupaya melengkapi persyaratan izin untuk pembukaan Fakultas Kedokteran.

Untuk tahun ini, Rektor telah menginstruksikan Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kerjasama guna mengoordinasikan pembukaan tiga prodi tambahan, yakni, Prodi Farmasi, Teknik Pertambangan, dan Hubungan Internasional.

Sejalan dengan penambahan jumlah prodi, UTU juga memperkuat standar mutu akademik. Saat ini, terdapat peningkatan status akreditasi dengan rincian dua prodi meraih predikat Unggul, 11 prodi Baik Sekali, 11 prodi Baik, tiga prodi dengan nilai B, serta seluruh prodi baru telah mendapatkan akreditasi pertama.

Penguatan mutu ini dilakukan melalui sistem manajemen yang menggunakan pendekatan audit berbasis risiko. Meski demikian, pihak universitas mengakui bahwa penambahan prodi membawa konsekuensi pada perlunya peningkatan pelayanan, infrastruktur administrasi, jumlah dosen dan laboran, serta kecukupan fasilitas praktikum.

Untuk mendukung keberlanjutan tersebut, UTU akan terus mengembangkan kerja sama akademik di tingkat nasional maupun internasional guna memperkuat posisi kampus sebagai perguruan tinggi yang maju namun tetap bisa dijangkau oleh masyarakat luas. [Humas UTU]

Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply