Tingkatkan Kualitas Proposal PKM, UPA PKK Universitas Teuku Umar Gelar Kemah Kreatif

Banda Aceh – UTU | Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (PKK) Universitas Teuku Umar (UTU) menyelenggarakan Kemah Kreatif bagi dosen pendamping Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Hotel Grand Permata Hati, Banda Aceh. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Februari 2026.

Agenda tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proposal mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam program Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek. Sebanyak 20 dosen pendamping yang telah menyerahkan proposal ke UPA PKK berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Kepala UPA PKK UTU, Dr. Muktaridha, M.Si., menyatakan bahwa Kemah Kreatif merupakan tahap awal untuk membedah dan mematangkan usulan PKM sebelum diluncurkan secara nasional. Ia menekankan pentingnya kesiapan proposal agar memiliki daya saing tinggi untuk didanai.

“Kemah kreatif ini adalah ikhtiar nyata kami untuk membedah dan memantapkan setiap lini proposal. Kami ingin memastikan ide inovatif mahasiswa benar-benar layak dan siap didanai oleh Belmawa,” ujar Muktaridha dalam laporannya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UTU, H. Ibrahim Laweung, SKM., MNSc., saat membuka acara, memberikan apresiasi atas dedikasi para dosen. Ia menilai peran pendamping sebagai kunci keberhasilan mahasiswa di kancah nasional. Ibrahim optimistis kualitas intelektual UTU akan tercermin melalui proposal yang dikirimkan pada tahun 2026.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber pakar, yaitu Yarmaliza, SKM., M.Kes., Ari Saputra, S.T., M.T., dan Hafinuddin, S.Pi., M.Sc., melalui sesi coaching clinic. Yarmaliza mendorong para dosen menanamkan mental juara agar mahasiswa tidak hanya mengincar pendanaan, tetapi juga lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2026.

Sementara itu, Ari Saputra dan Hafinuddin menyoroti aspek teknis dan administrasi yang sering menjadi penyebab gugurnya proposal. Mereka membedah kesalahan umum seperti ketidakpatuhan pada panduan, deskripsi masalah yang kurang tajam, serta ketidaksinkronan metode pelaksanaan dengan anggaran.

Bagi dosen yang belum bergabung pada tahap pertama ini, UPA PKK tetap memberikan kesempatan untuk mengajukan proposal baru saat program resmi diluncurkan secara nasional. Panduan dan templat penulisan telah disediakan pada laman resmi UPA PKK UTU.

Setelah Kemah Kreatif berakhir, seluruh proposal akan dinilai oleh tim reviewer internal. Dosen pendamping dan mahasiswa akan diberikan waktu untuk melakukan revisi berdasarkan catatan ahli sebelum masuk ke tahap seleksi akhir. Melalui upaya ini, UTU menargetkan peningkatan jumlah proposal yang didanai serta delegasi menuju PIMNAS 2026. [Humas UTU]

Laporan: Muktaridha | Editor:  Yuhdi F. | Foto: Istimewa

Related Posts

Leave a Reply