Tim Relawan UKM PK UTU Tuntaskan Program Pengabdian di Kampung Waq Toweren dalam 25 Hari

Aceh Tengah – UTU | Tim Relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Korban (UKM PK) Universitas Teuku Umar (UTU) resmi menyelesaikan rangkaian program pengabdian masyarakat di Kampung Waq Toweren, Aceh Tengah. Program yang dijadwalkan berlangsung selama 30 hari tersebut berhasil dituntaskan dalam waktu 25 hari, terhitung sejak 31 Januari hingga 24 Februari 2026.

Koordinator Lapangan Tim Relawan UKM PK UTU, Rahma Hayatun Nupus, menjelaskan bahwa percepatan ini tercapai berkat dukungan penuh dari warga setempat. “Berdasarkan surat tugas LPPM UTU, kami diberi waktu hingga 28 Februari, namun seluruh program kerja di lapangan berhasil kami selesaikan dalam waktu 25 hari,” ujar Rahma, Selasa (24/2).

Fokus pada Air Bersih dan Mitigasi Bencana

Program prioritas pertama yang diselesaikan adalah penyediaan instalasi air bersih. Tim membangun tiga titik menara air yang dilengkapi bak tandon dan sistem perpipaan. Pihak kampus menyediakan lima tandon, sementara warga secara swadaya menambah dua unit menara air sebagai bentuk komitmen pemulihan pasca-bencana.

Selain infrastruktur fisik, tim menjalankan program Sekolah Darurat dan Siaga Bencana yang berfokus pada pemulihan psikososial dan trauma healing, sosialisasi siaga bencana dan pendaftaran Sekolah Siaga Bencana pada Ina-RISK BNPB RI, dan Inisiasi pembentukan Kampung Tangguh Siaga Bencana (Destana).

Dosen pendamping, Irsadi Aristora, S.Hut., M.H., menambahkan bahwa pihaknya kini tengah menunggu Surat Keputusan (SK) dari Reje (Kepala Desa) Waq Toweren untuk penetapan personel Destrana. “Jika SK sudah ada, UTU akan menandatangani perjanjian kerja sama untuk peningkatan kapasitas SDM tim Destrana tersebut,” jelasnya.

Penguatan Kawasan dan Fasilitas Publik

Program prioritas lainnya meliputi pengadaan lampu penerangan jalan berbasis panel surya, pengadaan pengeras suara musala, serta penyusunan dokumen kontijensi kampung. Dokumen ini dirancang sebagai panduan pembangunan kampung yang aman bencana di masa depan.

Dalam upaya konservasi lahan, tim berkolaborasi dengan Babinsa, Koramil Lut Tawar, dan Kodim Aceh Tengah. Dosen pendamping program, Ir. Rita Hartati, ST., MT., mengungkapkan bahwa sebanyak 300 bibit tanaman Multi Purpose Tree System (MPTS) seperti alpukat, durian, sengon, mahoni, kemiri, dan petai telah ditanam di lokasi rawan longsor.

Di sektor sanitasi, tim juga bekerja sama dengan Program PLAN dan PMI untuk pembersihan suplai air dari water treatment induk guna memulihkan distribusi air bersih ke seluruh pemukiman di Mukim Toweren.

Selama masa pengabdian, tim relawan juga memfasilitasi penyaluran bantuan dari rombongan WWF Kantor Aceh dan artis Cinta Laura kepada warga penyintas. Selain itu, bantuan logistik berupa 128 paket pangan (beras dan paket menyambut Ramadhan) telah disalurkan kepada seluruh kepala keluarga (KK) di Kampung Waq Toweren.

Reje Kampung Waq Toweren, Abdul Habir, menyampaikan apresiasinya atas pengabdian tim UTU. Ia menyebut program-program yang dijalankan, terutama pengadaan air bersih dan logistik, sangat sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat pasca-bencana.

“Kami berterima kasih kepada tim yang telah menampung usulan kami. Ketersediaan air bersih adalah kebutuhan utama yang selama ini kami tunggu,” ungkap Abdul Habir saat melepas kepulangan tim relawan. [Humas UTU]

Laporan: Irsadi A. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply