Meulaboh – UTU | Sivitas akademika Universitas Teuku Umar (UTU) menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal dalam suasana khidmat dan meriah di Auditorium Teuku Umar, Rabu (02/04/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa UTU sebagai momentum mempererat tali silaturahmi pasca-Idul Fitri 1447 H.
Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halal Bihalal merupakan ajang penting untuk menyambung kembali ikatan persaudaraan antar-sivitas akademika. Menurutnya, esensi Halal Bihalal di hari raya bukan sekadar tradisi, melainkan sarana pembersihan hati dan penguatan harmoni di lingkungan kampus.
“Kita baru saja melewati bulan Ramadhan yang penuh berkah dan maghfirah. Kita berdoa agar seluruh ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT, dan semoga kita semua diberikan kesempatan serta umur yang berkah untuk bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan,” ujar Prof. Ishak Hasan.

Acara ini menghadirkan penceramah Tgk. Habibi An Nawawi, Lc., M.DIPL., mubaligh muda asal Aceh Barat yang baru saja meraih Juara 1 pada ajang Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar 2026. Dalam ceramahnya yang bertema “Pemimpin yang Didambakan dalam Membangun Bangsa yang Makmur dan Berkarakter Mulia”, Tgk. Habibi menekankan pentingnya integrasi ilmu dan adab.
Mengutip Q.S. Al-Baqarah ayat 129, ia menjelaskan bahwa pendidikan sejati tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan (kognitif), tetapi juga penyaluran adab dan pembentukan karakter.
“Saat ini banyak orang memiliki ilmu yang tinggi, namun kemungkaran masih terjadi di muka bumi. Hal ini dikarenakan ilmu tersebut hanya mengendap di kepala, tidak meresap di dada, dan tidak tampak dalam perbuatan,” tegas Tgk. Habibi di hadapan ratusan peserta.

Di sela-sela tausiyahnya, Tgk. Habibi turut memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan fisik dan budaya kerja di Universitas Teuku Umar di bawah kepemimpinan Prof. Ishak Hasan. Ia menilai UTU telah menjelma menjadi institusi yang bersih, rapi, dan tertib yang mencerminkan nilai-nilai akademik yang kuat.
“Lembaga pendidikan harus menjadi episentrum dalam melahirkan insan yang berakhlak mulia. Pemimpin adalah kunci; jika arahannya benar, maka jalannya akan mudah,” tambahnya.
Lebih lanjut, dengan merujuk pada Q.S. At-Taubah ayat 128, Tgk. Habibi menyatakan bahwa standar kepemimpinan yang ideal adalah mereka yang mampu meneladani perilaku Rasulullah SAW. Ia mengajak seluruh keluarga besar UTU untuk mengimplementasikan nilai-nilai karakter Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas profesional.
Kegiatan Halal Bihalal ini diakhiri dengan sesi bersalam-salaman dan saling memaafkan antar-seluruh sivitas akademika yang hadir, memperkuat komitmen bersama untuk membangun UTU yang lebih baik di masa depan. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Zul Eman.





