Meulaboh – UTU | Sembilan tim peneliti dari Universitas Teuku Umar (UTU) resmi ditetapkan sebagai penerima pendanaan penelitian multitahun lanjutan untuk tahun anggaran 2026. Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Nomor 0209/DST/C3/DT.05.00/2026.
Berdasarkan pengumuman resmi tersebut, sembilan proposal penelitian UTU berhasil lolos dalam tiga skema berbeda, yaitu, dua proposal untuk skim Penelitian Terapan Luaran Prototipe (PT-LP), satu proposal untuk skim Kolaborasi Penelitian Strategis Antar-Perguruan Tinggi (KATALIS), dan enam proposal untuk skim Penelitian Fundamental Reguler (PFR).
Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian para dosen peneliti tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kualitas riset di UTU terus mengalami peningkatan dan diakui secara nasional.
“Capaian ini adalah hasil kerja keras dan konsistensi para peneliti dalam menghasilkan karya ilmiah yang inovatif. Pendanaan lanjutan ini menunjukkan bahwa riset yang dilakukan oleh tim UTU dinilai memiliki progres yang baik dan berdampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta masyarakat,” ujar Prof. Ishak Hasan di Kampus Alue Peunyareng, Meulaboh.

Berikut adalah daftar tim peneliti UTU yang berhasil mengamankan pendanaan tahun 2026:
- Skema Penelitian Terapan Luaran Prototipe (PT-LP)
- Firman Parlindungan, Ph.D.: Mengembangkan prototipe digital storytelling berbasis Virtual Reality sebagai media membaca buku anak bertema budaya.
- Dr. Kiswanto, M.Si.: Inovasi pemanenan air hujan (Rain Water Harvesting) untuk penyediaan air bersih di perumahan apung Desa Kuala Bubon, Aceh Barat.
- Skema Kolaborasi Penelitian Strategis (KATALIS)
- Dr. Rahmat Pramulya, M.Si.: Mengembangkan model perhutanan sosial berbasis agroforestri kopi berketahanan iklim di Provinsi Aceh.
- Skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR)
- Dr. Joli Supardi, M.T.: Pemanfaatan ekstrak daun jarong sebagai penghambat korosi ramah lingkungan pada baja karbon.
- Dr. Murhaban, M.Cs.: Implementasi sistem Hybrid FDMI-QoS untuk optimalisasi bandwidth jaringan di lingkungan kampus.
- Putri Mustika Sari, M.Agr.: Penerapan nanobiopestisida berbasis minyak atsiri guna mendukung ketahanan pangan pada tumpang sari jagung-kedelai.
- Rismawati, M.Pd.: Kajian ekokritik-etnografis pada sastra lisan Gayo sebagai upaya pelestarian budaya dan lingkungan.
- Dr. Vina Maulidia: Eksplorasi bakteri endofit lokal Aceh sebagai agensia kontrol penyakit hawar daun pada tanaman padi.
- Yeni Sri Lestari, M.Soc.Sc.: Pengembangan aplikasi pendidikan politik perempuan berbasis GEDSI melalui Komunitas Balee Inong di Banda Aceh.
Prof. Ishak Hasan menambahkan, keberagaman topik riset—mulai dari teknologi pangan, energi, hingga sosial budaya—mencerminkan komitmen UTU dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional. Ia berharap hasil penelitian ini tidak hanya berhenti di atas kertas, namun segera bertransformasi menjadi solusi konkret bagi permasalahan di lapangan.
Keberhasilan sembilan tim peneliti ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi seluruh sivitas akademika UTU untuk terus berkompetisi di tingkat nasional. Dengan dukungan pendanaan yang berkelanjutan, Universitas Teuku Umar semakin memperkokoh posisinya sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada riset berkualitas dan pengabdian masyarakat. [Humas UTU]
Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.




