Bener Meriah – UTU | Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) merealisasikan Program Mahasiswa Berdampak bertajuk Pemberdayaan Masyarakat Pasca-bencana Sumatera Tahun 2026 di Desa Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Inisiatif ini digulirkan sebagai respons cepat terhadap krisis air bersih dan kerusakan lahan pertanian yang melanda wilayah tersebut pascabencana banjir besar yang terjadi beberapa waktu lalu.
Fokus utama program ini adalah penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk penyediaan air bersih serta pemulihan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga setempat. Langkah strategis ini diambil guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-6 mengenai akses air bersih dan sanitasi, serta poin ke-2 terkait ketahanan pangan melalui pemulihan produktivitas lahan.

Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan oleh tim mahasiswa, warga Desa Pantan Kemuning masih menghadapi kendala serius dalam memperoleh air yang layak konsumsi. Keterbatasan ini dilaporkan telah berdampak langsung pada kualitas kesehatan masyarakat serta melumpuhkan aktivitas ekonomi rumah tangga. Dalam laporan awal kegiatannya, tim mahasiswa menyatakan bahwa akses air bersih di desa tersebut masih sangat terbatas sehingga program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar sekaligus mendorong pemulihan ekonomi warga secara mandiri.
Pelaksanaan program ini dilakukan secara kolaboratif oleh lintas himpunan mahasiswa, yang mencakup Himpunan Mahasiswa Teknik Industri, Ekonomi Pembangunan, dan Manajemen. Kegiatan pengabdian ini berada di bawah bimbingan tim dosen yang diketuai oleh Ir. Risnadi Irawan, S.TP., M.T., dengan anggota tim pembimbing Rollis Juliansyah, S.E., M.Si., dan Ir. Teuku Farizal, S.T., M.T., IPM.
Selain instalasi teknologi air bersih yang disesuaikan dengan kondisi geografis desa agar mudah dirawat, tim juga melakukan pemulihan lahan pertanian melalui perbaikan sistem drainase dan peningkatan kesuburan tanah. Melalui pendekatan partisipatif ini, masyarakat diharapkan memiliki kemandirian yang lebih kuat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi di masa depan, sejalan dengan semangat SDGs poin ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim.

Atas terselenggaranya kegiatan ini, tim pelaksana menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Dukungan pendanaan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) serta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan dinilai menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi solusi nyata bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. [Humas UTU]
Laporan: Risnaldi I. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa




