Rektor UTU Hadiri Rakor Pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi di Jakarta, Bahas Percepatan Pemulihan Sumatera Pasca-bencana

Jakarta – UTU | Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., menghadiri Rapat Koordinasi Pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Penanganan Pasca-bencana Alam Sumatera 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (14/01/2026) di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta.

Rapat yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) ini bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh kekuatan akademik dalam menangani dampak bencana secara sistematis.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa konsorsium ini merupakan kebutuhan mendesak. Menurutnya, penanganan bencana di Sumatera tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan butuh koordinasi kepakaran dan riset yang tepat sasaran.

“Pemerintah tengah menyiapkan kerangka pemulihan nasional dengan estimasi anggaran mencapai Rp60 triliun. Melalui konsorsium ini, kami mendelegasikan puluhan pakar lintas kampus yang sudah terdata untuk terjun langsung ke wilayah kritis,” ujar Fauzan.

Selain penguatan pakar, Kemdiktisaintek meluncurkan program “Mahasiswa Berdampak” yang mengintegrasikan KKN dengan pendanaan proposal hingga Rp120 juta per proposal. Total anggaran sebesar Rp18 hingga Rp20 miliar disiapkan untuk 150 proposal mahasiswa guna mendukung pemulihan di daerah terdampak.

Sekretaris Jenderal MRPTNI, Muryanto Amin, menambahkan bahwa konsorsium ini akan menyusun rule book dan pembagian peran yang jelas agar kerja perguruan tinggi memiliki acuan bersama yang solid.

Rektor UTU, Prof. Ishak Hasan, menyambut baik inisiatif ini. Beliau menyatakan bahwa kehadiran UTU dalam konsorsium adalah bentuk tanggung jawab moral dan akademik sebagai institusi yang berada di garda terdepan wilayah Aceh.

“UTU berkomitmen penuh mendukung upaya kolaboratif ini. Kami siap duduk bersama dan berbagi peran, terutama dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pada sektor pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat di wilayah terdampak,” ungkap Prof. Ishak.

Terkait aksi nyata, Prof. Ishak menjelaskan bahwa selama masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh beberapa waktu lalu, UTU telah bergerak aktif. UTU melalui Satgas Peduli Bencana dan relawan mahasiswa telah menyalurkan bantuan logistik berupa bahan pokok, pakaian layak pakai, serta obat-obatan kepada para penyintas di titik-titik pengungsian.

“Selain bantuan fisik, tim psikologi dan pengabdian kami juga telah turun untuk memberikan trauma healing bagi anak-anak dan pendampingan bagi warga. Dengan adanya konsorsium ini, kontribusi yang sebelumnya bersifat aksi cepat tanggap akan kita tingkatkan menjadi pemulihan yang berbasis riset dan berkelanjutan,” pungkasnya. [Humas UTU]

Laporan: Humas Kemdiktisaintek | Editor: Yuhdi F. | Foto: Humas Kemdiktisaintek

Related Posts

Leave a Reply