PSTP3 UTU dan Centras IPB Kerja Sama Kembangkan Mini Model Integrasi Sapi-Sawit di Aceh Barat

Bogor – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) melalui Pusat Studi Terpadu Pemberdayaan Pertanian, Perikanan, dan Peternakan (PSTP3) menjalin kerja sama dengan Center for Animal Tropical (Centras) Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mewujudkan mini model Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (SISKA). Program ini merupakan langkah konkret dari perpanjangan nota kesepahaman (MoU) antara kedua universitas yang telah disepakati oleh Rektor UTU dan Rektor IPB pada 24 Januari 2026 dalam memperkuat sektor agro-maritim di wilayah Barat Selatan Aceh.

Pengembangan kawasan terpadu ini difokuskan pada penggabungan usaha perkebunan kelapa sawit dengan peternakan sapi lokal, khususnya di Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar karena ketersediaan lahan sawit yang luas serta populasi ternak yang mencukupi untuk mendukung ekosistem pertanian terpadu yang ramah lingkungan.

Dalam operasionalnya, mini model SISKA menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui integrasi agropastoral. Sistem ini memanfaatkan limbah perkebunan kelapa sawit, seperti pelepah dan bungkil, untuk diolah menjadi pakan ternak. Sebaliknya, kotoran sapi hasil peternakan akan diolah menjadi pupuk organik guna mendukung kesuburan tanaman sawit. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian pakan dan pupuk bagi petani serta peternak di wilayah tersebut.

Ketua PSTP3 UTU, Dr. Ir. M. Aman Yaman, M. Agric. Sc. IPU., menjelaskan bahwa proyek ini dirancang sebagai percontohan atau edukasi bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar. Menurutnya, program ini tidak hanya mengejar produktivitas, tetapi juga menekankan pada keberlanjutan ekonomi dan pengoptimalan sumber daya lokal yang ada di ekosistem perkebunan.

“Program mini model SISKA akan memberikan keuntungan integrasi agropastoral, yaitu menggabungkan budidaya ternak sapi dalam ekosistem perkebunan kelapa sawit untuk menciptakan kemandirian pakan dan pupuk organik. Selain itu, program ini mengoptimalkan pemanfaatan limbah sawit sebagai pakan dan kotoran sapi sebagai pupuk tanaman demi keberlanjutan ekonomi,” ujar Dr. Aman Yaman saat berdiskusi dengan tim peneliti.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Centras IPB, Prof. Dr. Nachrowi, M.Sc., menyatakan optimismenya terhadap potensi wilayah Aceh bagian Barat Selatan. Ia menilai ketersediaan lahan dan ternak lokal di kawasan ini merupakan modal utama yang dapat diandalkan sebagai penggerak ekonomi di masa depan melalui sistem integrasi yang terukur.

“Aceh bagian Barat Selatan sangat potensial menjadi model mini SISKA karena memiliki lahan kelapa sawit dan ternak sapi lokal yang akan menjadi andalan usaha ekonomi ke depan,” kata Prof. Nachrowi.

Implementasi program ini turut dikawal secara intensif oleh tim peneliti PSTP3 UTU, termasuk Dr. Irvan Subandar, guna memastikan sinkronisasi antara sektor pertanian, perikanan, dan peternakan berjalan sesuai rencana. Proyek ini diharapkan menjadi standar baru dalam pengelolaan agroindustri terpadu yang efisien di Provinsi Aceh. [Humas UTU]

Laporan: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply