Meulaboh – UTU | Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (UTU) resmi memulai Program Magang Mahasiswa Tahun 2026. Sebanyak sembilan mahasiswa diberangkatkan untuk mengikuti praktik kerja lapangan selama enam bulan, terhitung sejak Februari hingga Juli 2026, di berbagai instansi perikanan strategis di Indonesia.
Ketua Program Studi Akuakultur UTU, Yusran Ibrahim, M.Si., menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis universitas dalam meningkatkan kompetensi praktis dan memperluas jejaring profesional mahasiswa. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara pemahaman teori di kelas dengan realitas industri di lapangan guna mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi.
Para mahasiswa tersebut ditempatkan di sejumlah lembaga riset dan budidaya ternama yang tersebar di beberapa wilayah. Di Aceh Besar, peserta magang mendalami teknologi pembenihan komoditas payau di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee serta mempelajari prosedur biosekuriti di Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.

Ekspansi program ini juga menjangkau wilayah timur Indonesia, tepatnya di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon, di mana mahasiswa mempelajari teknik budidaya komoditas laut bernilai ekonomi tinggi seperti kerapu dan kakap. Sementara itu, di Kota Padang Panjang, fokus magang diarahkan pada manajemen benih air tawar di Balai Benih Ikan (BBI).

Selain sektor konsumsi, UTU juga mengirimkan mahasiswanya ke Balai Riset Budidaya Ikan Hias (BRBIH) Depok untuk terlibat langsung dalam riset inovatif terkait komoditas ekspor. Yusran berharap melalui kolaborasi dengan berbagai balai pemerintah ini, para mahasiswa memiliki kesiapan kerja yang matang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor perikanan nasional di masa depan. [Humas UTU]
Laporan: A. Hendri | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa




