Irlandia – UTU | Bagi seorang akademisi yang berakar di daerah, menembus dinding akademik internasional adalah sebuah pencapaian intelektual yang melampaui batas geografis. Pengalaman inilah yang dirasakan oleh Keumala Fadhiela, Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Teuku Umar (UTU), saat mengawali tahun 2026 di University of Galway, Irlandia.
Keumala menjadi salah satu peserta terpilih dalam Predoctoral Course Program (PDCP) atau Bridging Program. Program beasiswa non-gelar yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI ini dirancang khusus untuk memperkuat kesiapan dosen sebelum menempuh studi doktoral (S3) di luar negeri. Selama dua bulan, ia menempa diri di salah satu kampus ternama di benua Eropa tersebut.

Ketatnya Seleksi Menuju Eropa
Perjalanan ini tidak didapatkan dengan mudah. Keumala harus melewati proses seleksi kompetitif layaknya beasiswa bergengsi lainnya. Tahapan administrasi mengharuskan kelengkapan sertifikat kemampuan bahasa Inggris (TOEFL/IELTS) dan proposal penelitian yang matang.
Fase paling menentukan ada pada sesi wawancara, di mana ia harus mempertahankan rencana studinya di hadapan panel penilai. Setelah dinyatakan lolos, persiapan logistik seperti pengurusan visa dan izin perjalanan dinas luar negeri segera dilakukan demi mengejar jadwal program.
Tepat pada 5 Januari 2026, di tengah suasana musim dingin Irlandia, program intensif ini dimulai. Di bawah bimbingan fasilitator dari English Language Centre (ELC) University of Galway, Keumala dan peserta lainnya mendapatkan materi krusial seperti Academic Writing dan Reflective Writing, Research Design, dan Presentasi Ilmiah
Fokus utama pelatihan ini adalah melatih para dosen agar mampu menyusun gagasan penelitian yang orisinal, sistematis, dan kritis sesuai standar global.
Salah satu momen kunci bagi Keumala adalah sesi diskusi langsung dengan calon promotor. Pertemuan ini krusial untuk mempertajam arah riset doktoralnya di masa depan.
Selain aspek akademik, program ini memberikan wawasan budaya. Keumala berkesempatan mengunjungi situs bersejarah seperti Bunratty Castle and Folk Park di County Clare serta keajaiban alam Cliffs of Moher yang merupakan bagian dari UNESCO Global Geopark. Kunjungan ini membuka perspektif mengenai keterkaitan sejarah, budaya, dan bentang alam di Irlandia.

Lingkungan Inklusif dan Jejaring Global
Keumala mencatat bahwa atmosfer akademik di University of Galway sangat terbuka dan interaktif. Diskusi di kelas berlangsung aktif namun tetap santai, mendorong setiap peserta berani berpikir kritis. Interaksi dengan mahasiswa internasional dari berbagai negara tidak hanya mengasah kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga memperluas jejaring akademik serta memperkaya sudut pandang sosial-budaya.
Perjalanan dari Aceh Barat menuju Irlandia mungkin terasa jauh secara fisik, namun bagi Keumala, pengalaman ini membuktikan bahwa kesempatan berkembang selalu terbuka lebar bagi akademisi daerah.
“Program PDCP atau Bridging Program ini adalah pintu masuk yang sangat strategis bagi rekan-rekan dosen untuk mempersiapkan studi doktoral. Kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan University of Galway adalah peluang yang patut dipertimbangkan,” ujarnya.
Melalui catatan ini, ia berharap rekan sejawatnya di berbagai daerah terdorong untuk berani mengambil peluang serupa demi kemajuan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. [Humas UTU]
Ditulis oleh: Keumala Fadhiela ND, S.P, M.Si
Dosen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Teuku Umar | Peserta Predoctoral Course Program (PDCP) Kemdiktisaintek
University of Galway, Irlandia | email: keumalafadhiela@utu.ac.id, HP. 085362727877
Laporan: Keumala F. | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.




