Meulaboh – UTU | Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (FT UTU) kembali menyelenggarakan Uji Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Sumber Daya Manusia (SDM) Vokasional Jenjang 6. Kegiatan yang memasuki gelombang ketiga ini berlangsung di Aula Cut Nyak Dhien, Kampus UTU, Sabtu (28/2/2026).
Program ini merupakan hasil kerja sama antara UTU dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum.

Wakil Dekan III Fakultas Teknik UTU, Adib, M.T., dalam sambutannya menyatakan bahwa sertifikasi ini merupakan pengakuan resmi terhadap profesionalisme calon tenaga kerja. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas akademik.
“Kami berharap peserta mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kompetensi terbaik agar siap menjadi tenaga kerja yang profesional dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Adib saat membuka acara secara resmi.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, Hasanudin, M.T., menjelaskan bahwa sertifikat kompetensi tersebut akan meningkatkan kepercayaan diri lulusan dalam memperluas peluang kerja di sektor jasa konstruksi.
“Sertifikat ini menjadi bukti bahwa kemampuan yang dimiliki telah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini sangat mendukung karier profesional di lapangan kerja,” kata Hasanudin.

Sebelum mengikuti ujian fisik dan wawancara pada hari Sabtu, para peserta yang terdiri dari alumni Fakultas Teknik UTU telah menjalani pembekalan materi secara daring melalui aplikasi Zoom pada 24–27 Februari 2026. Pembekalan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman teknis terkait skema kompetensi jenjang 6.
Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis universitas dalam mendukung pencapaian Indeks Kinerja Utama (IKU) 1, yaitu meningkatkan kualitas lulusan agar segera mendapatkan pekerjaan yang layak, melanjutkan studi, atau berwirausaha dengan kompetensi yang teruji.
Melalui sertifikasi ini, lulusan FT UTU diharapkan tidak hanya memegang ijazah akademik, tetapi juga memiliki lisensi profesional untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan. [Humas UTU]
Laporan: Azhari | Editor: Yuhdi F. | Foto: Istimewa.




