DPM FIK UTU Luncurkan TEMPE BERDAYA untuk Dorong Ekonomi Warga dan Cegah Stunting di Nagan Raya

Nagan Raya – UTU | Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Teuku Umar (DPM FIK UTU) merancang program TEMPE BERDAYA di Desa Purwodadi, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Program ini difokuskan pada peningkatan nilai ekonomi pengrajin tempe lokal sekaligus penyediaan pangan bergizi untuk menekan angka stunting di tingkat desa.

Inisiatif bertajuk lengkap “TEMPE BERDAYA: Hilirisasi Teknologi Pangan Berbasis Tempe untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat dan Pencegahan Stunting di Desa Purwodadi, Kabupaten Nagan Raya” ini didanai melalui Program Aksara Mahasiswa dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Langkah intervensi di tingkat tapak ini sekaligus menjadi bagian dari aksi nyata kampus dalam mendukung ketercapaian Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya pada pencapaian Tanpa Kelaparan (SDGs 2) melalui penguatan ketahanan gizi keluarga dan peningkatan pendapatan produsen pangan skala kecil.

Rangkaian program diawali dengan sosialisasi dan pemetaan masalah yang berlangsung di Kantor Keuchik Desa Purwodadi, Sabtu (17/10/2026). Balai desa yang menjadi lokasi acara dipenuhi aparatur desa, tokoh masyarakat, kelompok pengrajin tempe, hingga kader dan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Dalam dialog terbuka tersebut, warga dan mahasiswa duduk bersama mendiskusikan hambatan produksi hingga persoalan gizi yang dihadapi keluarga setempat.

Dosen pendamping lapangan, Yarmaliza, SKM., M.Si., menyampaikan bahwa pemetaan masalah di awal kegiatan menjadi kunci mendasar sebelum pendampingan teknis dijalankan.

“Sosialisasi dan pemetaan masalah ini kami jadikan tahap awal untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara detail. Dengan begitu, seluruh bentuk pendampingan yang disusun mahasiswa dapat berjalan tepat sasaran, sesuai dengan potensi sekaligus persoalan riil yang dihadapi warga Desa Purwodadi,” ujar Yarmaliza.

Sektor pengembangan usaha tempe ditangani langsung oleh tim mahasiswa melalui pendampingan intensif kepada pengrajin. Materi pendampingan mencakup penciptaan variasi olahan tempe, penerapan teknologi pengolahan pangan modern, peningkatan standar keamanan produk, pembaruan desain kemasan, penyusunan pembukuan keuangan sederhana, hingga strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan jualan.

Guna mendukung kesehatan masyarakat, program ini menghadirkan sub-kegiatan bertajuk TEMPE GIZI dengan melibatkan kader dan anggota PKK Desa Purwodadi. Para ibu dibekali pelatihan pengolahan pangan bergizi berbasis tempe sebagai sumber protein nabati terjangkau, diselingi edukasi kewirausahaan keluarga.

Edukasi perbaikan pola konsumsi harian ini ditujukan langsung untuk mencegah stunting pada anak. Meski demikian, pelaksanaan edukasi gizi tetap diselaraskan dengan perhatian pada sanitasi lingkungan, mutu pelayanan kesehatan desa, serta pola pengasuhan anak agar tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Desa Purwodadi sendiri memiliki pasokan dan potensi usaha tempe yang konsisten, namun selama ini masih terkendala keterbatasan inovasi dan jangkauan pasar. Kehadiran program TEMPE BERDAYA diarahkan untuk menaikkan pendapatan pengrajin sekaligus memperbaiki kualitas gizi harian warga.

Bagi mahasiswa DPM FIK UTU, kegiatan ini menjadi wadah praktik lapangan untuk menerapkan ilmu kesehatan masyarakat secara langsung. Selain mengasah keahlian akademik, mahasiswa melatih kecakapan kepemimpinan, komunikasi publik, dan metode pemetaan sosial-ekonomi di tingkat tapak.

Sinergi yang terbangun antara pemerintah desa, kelompok pengrajin, dan kader PKK dirancang agar kegiatan pendampingan tetap berjalan mandiri setelah masa tugas mahasiswa usai. Program ini menjadi saluran pengabdian masyarakat Universitas Teuku Umar dalam mendistribusikan kepakaran akademis ke wilayah perdesaan. [Humas UTU]

Laporan: FIK | Editor: YFH | Foto: Istimewa.

Related Posts

Leave a Reply